UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Sambaran petir merupakan gangguan yang sering terjadi pada saluran transmisi yang mana mengakibatkan tegangan lebih transient pada saluran transmisi dapat merambat sampai gardu induk. Pada gardu banyak terdapat peralatan-peralatan sensitif terhadap tegangan lebih transient diantaranya transformator. Untuk mencegah kerusakan akibat tegangan lebih dipasang Arester yang berfungsi untuk memotong gelombang yang masuk ke transformator. Simulasi penelitian dilakukan dengan menggunakan software Alternative Transient Program (ATP). Arester dimodelkan sebagai model IEEE. Arester dipasang dilokasi sebelum dan sesudah menara terakhir serta diterminal transformator. Arus surja petir Standard IEC bervariasi dari 20 kA hingga 100 kA dengan kelipatan 20 kA diinjeksikan ke kawat tanah. Hasil diperoleh tegangan lebih maksimum pada sistem terjadi ketika diijeksikan arus surja petir 100 kA dengan kondisi sistem belum terpasang Arester. Magnitude tegangan puncak pada masing-masing fasa berturut-turut yaitu Fasa A, Fasa B dan Fasa C adalah 3.649 kV, 2.837 KV, dan 3.473 kV. Tegangan minimum saat arus surja petir 20 kA diinjeksikan sesudah terpasang Arester setelah menara. Besarnya tegangan puncak pada Fasa A, Fasa B dan Fasa C berturut‑turut yaitu 191 kV, 175 kV dan 175 kV. Dengan demikian pemasangan Arester dapat menurunkan tegangan lebih pada setiap fasanya. Lokasi pemasangan Arester yang paling efektif adalah setelah menara pada terminal transformator.

Tanpa Arester, tegangan maksimum pada terminal transformator mencapai 3.473 kV untuk fase A, B, dan C saat arus surja 100 kA.Pemasangan Arester mengurangi tegangan puncak pada masing-masing fase, dengan nilai terendah 191 kV, 175 kV, dan 175 kV ketika arus surja 20 kA.Model Arester IEEE terbukti efektif, dan lokasi pemasangan yang paling tepat adalah setelah menara terakhir dan dekat transformator daya.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan kinerja model Arester lain, seperti metal‑oxide dan gas‑discharge, dalam simulasi ATP dengan variasi bentuk gelombang petir untuk mengevaluasi efektivitas perlindungan masing‑masing; selanjutnya, studi dapat diperluas pada jaringan transmisi bertegangan ekstra tinggi (275 kV) untuk menilai apakah lokasi pemasangan setelah menara terakhir tetap optimal pada tingkat tegangan yang lebih tinggi; akhirnya, integrasi data pemantauan real‑time pada sistem proteksi dapat dikembangkan menjadi skema proteksi adaptif yang menyesuaikan respon Arester secara dinamis berdasarkan kondisi beban dan intensitas sambaran petir, sehingga meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.

  1. Modelling of Metal Oxide Surge Arresters in Simulation Software DYNAST | TRANSACTIONS ON ELECTRICAL ENGINEERING.... doi.org/10.14311/tee.2017.1.021Modelling of Metal Oxide Surge Arresters in Simulation Software DYNAST TRANSACTIONS ON ELECTRICAL ENGINEERING doi 10 14311 tee 2017 1 021
Read online
File size1.49 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test