UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Karakterisasi biomassa adalah hal yang penting untuk mengetahui komponen yang terkandung pada biomassa. Beberapa jenis biomassa yang diteliti yaitu kayu akasia, kayu gamal, arang batok kelapa, dan arang kayu, sebagai bahan bakar untuk proses gasifikasi melalui uji proksimat, uji ultimat, dan penentuan nilai kalor tinggi (HHV). Data analisis ultimat memanfaatkan analisis termogravimetri (TGA) agar efisien. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa arang batok kelapa dan arang kayu memiliki kandungan karbon tetap tertinggi (72,66 dan 68,98%) dan unsur C yang lebih tinggi (57,87 dan 54,94%) serta kadar abu lebih rendah dibanding kayu akasia dan kayu gamal, sehingga menghasilkan nilai kalor tertinggi (30,01 dan 22,05 mJ/kg) dan berpotensi memberikan performa gasifikasi yang lebih baik. Sebaliknya, kayu akasia dan kayu gamal menunjukkan kadar zat terbang (64,03 dan 76,38%) dan abu yang relatif lebih tinggi (18,88%) menghasilkan nilai kalor yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa arang batok kelapa dan arang kayu lebih direkomendasikan sebagai bahan bakar utama pada sistem gasifikasi.

Arang batok kelapa dan arang kayu memiliki kandungan karbon tetap dan nilai kalor tertinggi dengan kadar abu rendah, sehingga paling unggul dan layak digunakan sebagai bahan bakar pada proses gasifikasi.Bahan bakar tersebut dapat menghasilkan energi lebih besar dengan potensi masalah operasional yang lebih kecil dibanding kayu akasia dan kayu gamal.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variasi jenis biomassa lokal dan analisis komposisi mineral abu.

Pertama, penelitian dapat mengkaji efektivitas proses pirolisis pada biomassa akasia dan gamal dengan menyesuaikan suhu dan waktu, sehingga dapat meningkatkan kandungan karbon tetap dan menurunkan kadar abu, sehingga harga energi lebih tinggi. Kedua, studi lanjutan dapat mengevaluasi dampak komposisi mineral abu terhadap kolektivitas dalam gasifier, sehingga teknik pengelolaan slagging dapat dioptimalkan untuk mengurangi gangguan operasional. Ketiga, meneliti potensi penggunaan campuran arang batok kelapa dan arang kayu dengan biomassa lain sebagai bahan bakar hibrid dalam proses gasifikasi dapat membuka peluang sinkronisasi sifat termal dan kimia, sehingga meningkatkan efisiensi konversi energi dan mengurangi emisi karbon dioksida.

Read online
File size376.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test