IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Pemanfaatan dan eksploitasi ekosistem terumbu karang yang tidak ramah lingkungan dapat meningkatkan tekanan dan ancaman terhadap sumber daya tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung status resiliensi nelayan terhadap ekosistem terumbu karang. Lokasi penelitian di Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan metode wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Data sekunder diperoleh melalui kajian pustaka dan analisis berbagai literatur yang terkait dengan penelitian. Analisis indeks resiliensi nelayan dengan merepresentasikan dalam suatu komposit geometri. Hasil analisis indeks resiliensi nelayan (IRN) menunjukkan bahwa nelayan di lokasi studi menunjukkan tingkat resiliensi pada kategori resilien (66,9). Beberapa kegiatan dan program dari stakeholders dengan melibatkan nelayan dalam melakukan upaya transplantasi terumbu karang dapat meningkatkan resiliensi masyarakat dari parameter pengetahuan, adaptasi, persepsi dan ketergantungan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa nelayan di Pulau Biawak dan sekitarnya memiliki tingkat resiliensi yang baik dalam menghadapi perubahan ekosistem terumbu karang, dengan nilai indeks sebesar 66,9.Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan transplantasi terumbu karang yang dilakukan telah efektif meningkatkan kemampuan nelayan untuk beradaptasi dan mengurangi tekanan terhadap ekosistem.Penting untuk terus melibatkan nelayan dalam upaya konservasi dan pengelolaan terumbu karang agar keberlanjutan sumber daya ini dapat terjaga.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi resiliensi nelayan, seperti akses terhadap modal, pelatihan keterampilan, dan diversifikasi mata pencaharian. Selain itu, studi komparatif antara Pulau Biawak dengan wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa dapat memberikan wawasan tentang praktik pengelolaan terumbu karang yang paling efektif. Penelitian juga perlu difokuskan pada pengembangan model adaptasi berbasis masyarakat yang melibatkan partisipasi aktif nelayan dalam pemantauan kondisi terumbu karang, penegakan hukum, dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Terakhir, penting untuk meneliti dampak perubahan iklim terhadap resiliensi nelayan dan mengembangkan strategi mitigasi yang sesuai, termasuk pengembangan varietas terumbu karang yang lebih tahan terhadap pemanasan global dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengurangi emisi karbon.

  1. Ecology and Society: Can We Be Both Resilient and Well, and What Choices Do People Have? Incorporating... ecologyandsociety.org/vol17/iss1/art4Ecology and Society Can We Be Both Resilient and Well and What Choices Do People Have Incorporating ecologyandsociety vol17 iss1 art4
  2. Comanagement of coral reef social-ecological systems | PNAS. comanagement coral reef social ecological... pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.1121215109Comanagement of coral reef social ecological systems PNAS comanagement coral reef social ecological pnas doi full 10 1073 pnas 1121215109
Read online
File size1.48 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test