STEIPRESSSTEIPRESS

Jurnal Akuntansi dan ManajemenJurnal Akuntansi dan Manajemen

Meskipun minat terhadap produk kecantikan berkelanjutan terus meningkat, banyak konsumen masih belum melakukan pembelian aktual pada produk ramah lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana tiga nilai yang dipersepsikan konsumen—nilai lingkungan, nilai kualitas, dan nilai sosial—membentuk citra merek hijau dan bagaimana citra tersebut mendorong perilaku pembelian aktual di pasar kosmetik hijau Indonesia. Survei online bersifat cross-sectional dilakukan terhadap konsumen perempuan (N = 160) yang telah membeli kosmetik hijau dalam periode terkini dianalisis menggunakan SEM–AMOS. Sebanyak 19 butir terukur yang telah tervalidasi digunakan untuk mengukur lima konstruk laten dengan skala pengukuran 10 poin. Secara struktural, ketiga nilai tersebut terbukti berpengaruh positif terhadap citra merek hijau, dan citra merek hijau secara signifikan memprediksi perilaku pembelian. Hasil analisis juga mengonfirmasi bahwa citra merek hijau memediasi pengaruh nilai lingkungan, kualitas, dan sosial terhadap perilaku pembelian. Model yang dibangun berhasil menjelaskan lebih dari 50% varians dalam citra merek dan perilaku pembelian.

Perjalanan dari nilai konsumen menuju tindakan pembelian dalam pasar kosmetik hijau di Indonesia sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap citra merek.Nilai lingkungan, nilai kualitas, dan nilai sosial merupakan fondasi penting dalam membentuk citra merek hijau, namun citra merek tersebutlah yang menjadi pendorong utama langsung terhadap perilaku pembelian aktual.Citra merek hijau berperan sebagai mekanisme kritis yang mengubah nilai-nilai konsumen yang abstrak menjadi transaksi nyata di pasar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menelusuri bagaimana persepsi nilai konsumen, citra merek hijau, dan perilaku pembelian berkembang dari waktu ke waktu, sehingga dapat ditentukan urutan kausal yang lebih kuat antar variabel. Kedua, penting untuk mengkaji peran variabel moderator seperti persepsi greenwashing, sensitivitas harga, atau pengaruh media sosial terhadap kekuatan hubungan antara nilai konsumen dan citra merek hijau, mengingat konteks digital dan risiko ketidakpercayaan konsumen di pasar yang dinamis. Ketiga, diperlukan studi komparatif lintas kategori produk (misalnya antara kosmetik hijau dengan pangan organik atau fashion berkelanjutan) dan lintas budaya (misalnya antara Indonesia dengan negara Asia Tenggara lain) untuk menguji sejauh mana temuan ini dapat digeneralisasikan atau bersifat spesifik budaya, sehingga dapat dikembangkan kerangka teoritis yang lebih komprehensif mengenai konsumsi berkelanjutan di pasar berkembang.

  1. Which are the determinants of green purchase behaviour? A study of Italian consumers - Dangelico - 2021... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/bse.2766Which are the determinants of green purchase behaviour A study of Italian consumers Dangelico 2021 onlinelibrary wiley doi 10 1002 bse 2766
  2. Sustainable Consumption in Chinese Cities: Green Purchasing Intentions of Young Adults Based on the Theory... doi.org/10.1002/sd.1613Sustainable Consumption in Chinese Cities Green Purchasing Intentions of Young Adults Based on the Theory doi 10 1002 sd 1613
  3. From values to action: the critical mediation of green brand image in green cosmetics purchase behaviour... journal.steipress.org/index.php/jam/article/view/259From values to action the critical mediation of green brand image in green cosmetics purchase behaviour journal steipress index php jam article view 259
Read online
File size456.48 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test