UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan AgribisnisJurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis

Tujuan penelitian ini untuk 1) mengidentifikasi saluran pemasaran cabe merah keriting, menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran dan farmers share cabai merah kertiting, dan 2) menghitung besarnya kontribusi usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang pada bulan Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh dilakukan secara sengaja dengan jumlah sampel sebanyak 20 petani contoh dari 215 anggota populasi petani cabai merah kerting, sedangkan metode pengambilan lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling terhadap lembaga pemasaran di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah, yaitu a) petani -pedagang pengumpul-konsumen, b) petani-pedagang besar-pedagang pengecer- konsumen, c) petani-pedagang pengepul besar-pasar Lemabang-pedagang pengecer- konsumen. Biaya pemasaran masing-masing adalah Rp570, Rp740, dan Rp733 dengan margin pemasaran berturut-turut Rp5000, Rp6.500, dan Rp7.667. Farmers share secara berurutan adalah 85,7 persen, 71,1 persen, dan 58.8 persen. Selanjutnya kontribusi pendapatan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga sebesar 89.6 persen tergolong kriteria besar.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga saluran pemasaran cabai merah keriting di Kelurahan Sei Selincah, yang melibatkan berbagai pihak dari petani hingga konsumen akhir.Analisis menunjukkan biaya pemasaran dan margin yang bervariasi di setiap saluran, dengan farmers share tertinggi pada saluran pertama (85,7%) yang mengindikasikan efisiensi relatif.Secara signifikan, usahatani cabai merah keriting memberikan kontribusi pendapatan yang besar, mencapai 89,66% terhadap total pendapatan keluarga petani.

Melihat pentingnya usahatani cabai merah keriting bagi pendapatan keluarga dan adanya variasi efisiensi pada saluran pemasaran, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor spesifik yang membentuk perbedaan efisiensi antar saluran pemasaran. Misalnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis mengapa saluran pemasaran tertentu, seperti saluran pertama yang melibatkan lebih sedikit perantara, dapat memberikan farmers share yang jauh lebih tinggi dibandingkan saluran yang lebih panjang. Apakah ini terkait dengan infrastruktur lokal, tingkat kepercayaan antarpihak, atau inisiatif petani dalam membentuk kelompok tani yang lebih kuat?. . Selain itu, mengingat tantangan petani terkait posisi tawar yang rendah dan keterbatasan fasilitas pascapanen yang disebutkan dalam pendahuluan, riset ke depan dapat berfokus pada pengembangan model peningkatan nilai tambah (value addition) untuk cabai merah keriting. Ini bisa meliputi studi kelayakan teknologi pengolahan pascapanen sederhana yang dapat diimplementasikan di tingkat petani atau kelompok tani, atau eksplorasi potensi pemasaran langsung melalui platform digital yang dapat memotong rantai distribusi yang panjang dan meningkatkan pendapatan bersih petani. Bagaimana intervensi teknologi atau kelembagaan (misalnya koperasi) dapat memperkuat posisi tawar petani dan mengurangi ketergantungan pada pedagang pengumpul besar?. . Terakhir, mengingat kontribusi signifikan usahatani cabai merah keriting terhadap pendapatan keluarga, penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Ini bisa mencakup analisis dampak lingkungan dari praktik budidaya yang ada, serta potensi penerapan praktik pertanian berkelanjutan atau organik untuk meningkatkan nilai jual produk dan daya saing jangka panjang. Bagaimana usahatani ini dapat didukung agar lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar secara berkelanjutan?.

Read online
File size721.86 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test