UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Konflik agraria merupakan persoalan struktural yang berulang di Indonesia, terutama disebabkan oleh tumpang tindih klaim dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini mengkaji konflik agraria di Bagan Besar, Dumai, dengan fokus pada aktor, penyebab, dan mekanisme penyelesaiannya. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian menemukan bahwa skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) berfungsi sebagai instrumen legal yang memberikan kepastian hak kelola dan mendorong kolaborasi antar pihak. HKm juga membantu mentransformasi perambah menjadi mitra pemerintah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Namun, tantangan masih ada, termasuk perambahan alat berat dan legitimasi kelembagaan. Keberhasilan implementasi HKm bergantung pada sinergi kebijakan dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan tata kelola hutan yang inklusif dan berkelanjutan.

Konflik agraria di Kelurahan Bagan Besar merefleksikan persoalan struktural yang kompleks, yang bersumber dari tumpang tindih klaim pemanfaatan lahan dan absennya kepastian hukum.Upaya pemerintah melalui UPT KPH Bagansiapiapi diarahkan pada mediasi dan fasilitasi penguatan kelembagaan.Skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) terbukti efektif sebagai instrumen resolusi konflik yang legal dan transformatif, memberikan kepastian hak kelola masyarakat atas kawasan hutan negara selama 35 tahun dan mendorong integrasi masyarakat ke dalam sistem pengelolaan hutan berkelanjutan.Penerapan sistem agroforestri dalam kerangka HKm membentuk model pengelolaan lahan yang produktif, adaptif, dan ramah lingkungan.HKm berfungsi sebagai solusi sengketa dan fondasi kelembagaan bagi tata kelola sumber daya alam yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada aspek-aspek berikut: Pertama, mengkaji lebih lanjut tantangan dan peluang dalam implementasi skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) di berbagai wilayah dengan karakteristik sosial-ekologis yang berbeda. Kedua, menganalisis peran dan efektivitas lembaga-lembaga lokal dalam proses mediasi dan penguatan kelembagaan sebagai strategi resolusi konflik agraria. Ketiga, mengeksplorasi potensi pengembangan model pengelolaan hutan berbasis agroforestri yang adaptif terhadap dinamika lokal dan berkelanjutan secara ekologis.

Read online
File size591.15 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test