UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Artikel ini bertujuan mengevaluasi kebijakan penempatan wilayah kerja Pelabuhan Laut Pekanbaru dalam pelaksanaan pengawasan kekarantinaan kesehatan menggunakan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penempatan wilayah kerja Pelabuhan Laut Pekanbaru belum efektif dalam meningkatkan pelayanan kekarantinaan kesehatan. Hal kebijakan relokasi pelabuhan oleh Kementerian Perhubungan yang tidak diikuti dengan perubahan kebijakan penempatan wilayah kerja, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana prasarana, serta ketidakspesifik data target yang menyulitkan evaluasi dan perencanaan.

Evaluasi kebijakan penempatan wilayah kerja Pelabuhan Laut Pekanbaru masih belum berhasil meningkatkan pelayanan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara dan wilayah.Kebijakan tersebut masih belum dapat dilaksanakan secara optimal dan memiliki kendala dalam penerapannya, antara lain kebijakan relokasi pelabuhan yang tidak diikuti dengan perubahan kebijakan penempatan wilayah kerja, kesenjangan sumber daya manusia, kesenjangan sarana prasarana, dan data target kegiatan tidak spesifik.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) bagaimana dampak langsung relocasi pelabuhan terhadap distribusi sumber daya manusia dan sarana di wilayah kerja, dengan mengkaji apakah penyesuaian lokasi kantor kerja dapat meningkatkan efisiensi operasional; (2) pengembangan sistem manajemen data target dan realisasi tugas di Balai Kekarantinaan Kesehatan, sehingga setiap indikator memiliki target yang terukur dan dapat dianalisis secara kuantitatif; (3) evaluasi komprehensif penggunaan teknologi informasi (misalnya aplikasi sinkarkes) dalam memfasilitasi koordinasi antara petugas lapangan dan kantor pusat, serta dampaknya terhadap kecepatan dan akurasi proses pemeriksaan kapal. Pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif akan memperkaya pemahaman tentang bagaimana kebijakan dapat disesuaikan secara dinamis dengan kebutuhan operasional dan regulasi terkini, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang dapat diterapkan di pelabuhan sejenis di Indonesia.

Read online
File size746.67 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test