JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Penelitian ini mengkaji penerapan kesopanan bahasa di lingkungan pendidikan dasar pada daerah perbatasan Jawa-Sunda. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif digunakan untuk menggambarkan bagaimana guru dan siswa menerapkan prinsip kesopanan menurut Geoffrey Leech dalam interaksi kelas. Data dikumpulkan melalui observasi dan rekaman percakapan lisan antara siswa dan guru di dua SD, yaitu SD Negeri Waringinsari (Banjar) dan SD Negeri Bener (Cilacap). Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip kesopanan – terutama kehikmatannya, kedermawanan, penghormatan, kesederhanaan, kesepakatan, dan simpatinya – secara konsisten diterapkan oleh guru dan siswa. Penggunaan bahasa campuran antara Indonesia dan bahasa lokal (Jawa atau Sunda) memperkuat koneksi emosional dan menambah efektivitas komunikasi di kelas. Kesimpulannya menegaskan pentingnya kesopanan bahasa sebagai alat untuk memelihara harmoni, mencegah konflik, dan mempromosikan inklusivitas dalam konteks pendidikan multikultural.

Penerapan prinsip kesopanan bahasa, terutama yang diartikan oleh Leech, terbukti efektif dalam meningkatkan komunikasi antara guru dan siswa di sekolah dasar pada daerah perbatasan Jawa-Sunda.Penggunaan bahasa campuran Indonesia dengan bahasa lokal menyesuaikan konteks budaya, mempererat hubungan emosional, dan memfasilitasi lingkungan belajar yang inklusif.Kesopanan bahasa berfungsi sebagai sarana mitigasi konflik serta mempromosikan apresiasi terhadap keberagaman budaya.Perlu adanya peningkatan pelatihan guru dan kebijakan pendidikan yang mendukung komunikasi multikultural.

Bagaimana strategi pembelajaran berbasis kesopanan bahasa dapat disesuaikan untuk siswa di daerah perbatasan dengan latar belakang ekonomi yang beragam? Apakah penggunaan bahasa campuran Indonesia‑Jawa‑Sunda secara sistematis dapat meningkatkan motivasi belajar dan kesejahteraan emosional siswa di kelas dasar? Bagaimana model pelatihan guru yang menggabungkan prinsip-prinsip Leech dan nilai budaya lokal dapat diimplementasikan secara luas di sekolah negeri di wilayah perbatasan, dan apa dampaknya terhadap hubungan guru‑siswa dan kohesi sosial di lingkungan sekolah?.

  1. Language Politeness in Javanese and Sundanese Border Cultural Landscapes in Elementary School Student... jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/2354Language Politeness in Javanese and Sundanese Border Cultural Landscapes in Elementary School Student jiecr index php jiecr article view 2354
Read online
File size304.2 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test