JIECRJIECR
Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural ResearchPenelitian ini mengeksplorasi peran budaya organisasi dalam meningkatkan mindfulness guru di madrasah, dengan melihat melalui lensa teori budaya organisasi Schein. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, memanfaatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data mengikuti proses tiga tahap: reduksi data, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa tiga elemen kunci budaya organisasi berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mindfulness guru. Pertama, artefak budaya organisasi, seperti kegiatan outing kelas dan slogan 3S (Salam, Senyum, Sapa), memainkan peran vital. Kedua, keyakinan dan nilai yang dianut mencerminkan visi unik madrasah, khususnya konten kelima dari Lima Kesadaran Santri - kesadaran organisasi. Ketiga, asumsi mendasar adalah integrasi teknologi dan dialog terbuka dalam kegiatan dan pembelajaran madrasah yang menumbuhkan budaya organisasi yang kuat dan berpengaruh. Studi ini menekankan pentingnya budaya organisasi dalam menumbuhkan mindfulness guru, yang mengarah pada lingkungan kerja yang lebih harmonis dan efektif yang meningkatkan kualitas pendidikan.
Studi ini mengidentifikasi tiga komponen utama dalam meningkatkan mindfulness guru melalui budaya organisasi di madrasah.Pertama, artefak budaya organisasi seperti kegiatan outing kelas bulanan dan penerapan slogan 3S (Salam, Senyum, Sapa) berperan dalam membangun rasa partisipasi dan tanggung jawab guru.Kedua, nilai dan keyakinan madrasah, di mana visi unik yang berfokus pada kesadaran organisasi terwujud melalui upaya meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan acara persahabatan untuk memperkuat hubungan antara guru.Ketiga, asumsi dasar yang mencakup penggunaan teknologi dan dialog terbuka dalam kegiatan dan pembelajaran madrasah mendukung pembentukan budaya organisasi yang kuat dan berpengaruh.Temuan studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana elemen budaya organisasi dapat diterapkan untuk meningkatkan mindfulness guru, yang berdampak pada penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan efektif di sektor pendidikan.Penerapan hasil studi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan suasana yang mendukung kesejahteraan dan kinerja guru.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lintas sekolah dan institusi pendidikan untuk melihat apakah hasilnya konsisten. Selain itu, menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur dampak budaya organisasi terhadap mindfulness guru secara objektif. Studi jangka panjang juga direkomendasikan untuk melihat efek jangka panjang budaya organisasi terhadap mindfulness dan kinerja guru. Dengan penelitian berkelanjutan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih dalam dan komprehensif tentang bagaimana budaya organisasi mempengaruhi mindfulness guru dan efektivitasnya, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
| File size | 343.24 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Manajer sekolah swasta harus memiliki motivasi kuat untuk berkembang dengan memobilisasi potensi dan sumber daya yang tersedia, kepemimpinan adalah kunciManajer sekolah swasta harus memiliki motivasi kuat untuk berkembang dengan memobilisasi potensi dan sumber daya yang tersedia, kepemimpinan adalah kunci
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Sebaliknya, negara berkembang memaknai TQM secara ekstrinsik, di mana mutu sering kali direduksi menjadi kepatuhan terhadap standar administratif dan kelengkapanSebaliknya, negara berkembang memaknai TQM secara ekstrinsik, di mana mutu sering kali direduksi menjadi kepatuhan terhadap standar administratif dan kelengkapan
UNJUNJ Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan, proyeksi jumlah peserta didik, dan mengidentifikasi tambahan kebutuhan ruang belajar tahun 2029. PendekatanPenelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan, proyeksi jumlah peserta didik, dan mengidentifikasi tambahan kebutuhan ruang belajar tahun 2029. Pendekatan
UNIPEMUNIPEM Pendidikan Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara,Pendidikan Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara,
UMIUMI Pendekatan penyelesaian masalah pengukuran kinerja guru telah berhasil dilakukan melalui pemetaan kebutuhan mutu (kebutuhan bisnis organisasi) yang diterjemahkanPendekatan penyelesaian masalah pengukuran kinerja guru telah berhasil dilakukan melalui pemetaan kebutuhan mutu (kebutuhan bisnis organisasi) yang diterjemahkan
BIMABERILMUBIMABERILMU Dalam konteks sekolah dasar di Bima dan Dompu, evaluasi ini berfokus pada perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran,Dalam konteks sekolah dasar di Bima dan Dompu, evaluasi ini berfokus pada perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran,
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari data pendukung seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentangLangkah pertama yang dilakukan adalah mencari data pendukung seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang
UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN Kata Kunci: Pengawasa (Supervisi), Kinerja Guru, Penelitian Kuantitatif-Kualitatif. Pelaksanaan sistem manajemen pengawasan kepala madrasah di PesantrenKata Kunci: Pengawasa (Supervisi), Kinerja Guru, Penelitian Kuantitatif-Kualitatif. Pelaksanaan sistem manajemen pengawasan kepala madrasah di Pesantren
Useful /
INABJINABJ Kesimpulan: NIPT NGS berserta USG merupakan metode skrining aman, akurat, dan cepat, menawarkan alternatif yang aman dibanding prosedur invasif pada kehamilanKesimpulan: NIPT NGS berserta USG merupakan metode skrining aman, akurat, dan cepat, menawarkan alternatif yang aman dibanding prosedur invasif pada kehamilan
UNSIQUNSIQ Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan jumlah partisipan sebanyak 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalamPenelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan jumlah partisipan sebanyak 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
UNSIQUNSIQ Penelitian ini bersifat observasional dengan 24 subjek penelitian yang terbagi menjadi tiga kelompok: Kelompok-1 (CHF) 4 orang, Kelompok-2 (GGK) 10 orang,Penelitian ini bersifat observasional dengan 24 subjek penelitian yang terbagi menjadi tiga kelompok: Kelompok-1 (CHF) 4 orang, Kelompok-2 (GGK) 10 orang,
UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran proses pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Negeri Banta-Bantaeng Makassar dengan menggunakanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran proses pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Negeri Banta-Bantaeng Makassar dengan menggunakan