UntikaUntika

Jurnal Media HukumJurnal Media Hukum

Sejak menempuh pendidikan di tingkat sekolah dasar hingga saat ini, para murid diperdengarkan ungkapan filosofis Ki Hajar Dewantara yang menekankan peran guru dan murid dalam proses pendidikan. Peristiwa kekerasan di lingkungan pendidikan menimbulkan kebutuhan akan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak. Penelitian ini menganalisis konsep perlindungan hukum terhadap guru dan murid, meninjau pasal-pasal relevan serta kebijakan perlindungan anak, dan menegaskan pentingnya penyempurnaan hukum agar tidak mengkriminalisasi guru. Hasilnya menunjukkan adanya kekosongan hukum yang dapat mengancam keseimbangan hak dan kewajiban guru dan murid, sehingga diperlukan aturan hukum yang komprehensif dan responsif.

Kesimpulannya, perlindungan hukum bagi guru dan murid saling melengkapi dan esensial.keduanya memiliki status subjek hukum yang diatur secara konstitusional.Kebijakan yang hanya mengutamakan perlindungan anak dapat memicu kriminalisasi guru, sehingga perlu ada peraturan khusus yang melindungi keduanya secara seimbang.Dengan demikian, penyempurnaan hukum harus memperhatikan keseimbangan hak, kewajiban, dan etika dalam proses pendidikan.

Pertama, lakukan studi empiris mengenai implementasi perlindungan hukum di sekolah dasar dan menengah, guna mengidentifikasi hambatan nyata sehingga kebijakan dapat disesuaikan. Kedua, rancang kerangka hukum terpadu yang mencakup perlindungan hukum bagi guru, murid, dan tenaga kependidikan lainnya, sekaligus menegakkan prinsip keadilan dan kesetaraan. Ketiga, evaluasi dan revisi peraturan perlindungan anak secara periodik agar tidak secara tidak sengaja mengkriminalisasi guru, dengan melibatkan stakeholder pendidikan dan hukum dalam proses revisi.

Read online
File size255.74 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test