169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Penelitian ini melibatkan penggunaan elemen-elemen yang dipinjam dari pihak lain untuk menciptakan sebuah karya seni. Dalam penelitian ini, apropriasi melibatkan pemanfaatan gambar dan konteks naratif dari berbagai sumber untuk menggambarkan kematian Abhimanyu pada hari ke-13 dari perang Bharatayuda. Artikel ini menjelaskan metode untuk menciptakan apropriasi visual Abhimanyu. Proses menciptakan apropriasi visual didasarkan pada eksplorasi, desain, dan realisasi seni kerajinan, menggabungkan sketsa digital, manipulasi, penemuan media dan teknik, imprimatura, kolase, cropping, pewarnaan, dan finishing. Proses penciptaan melibatkan identifikasi bentuk visual dan hubungannya dengan fenomena terkini serta penambahan makna baru yang mengubah konteks aslinya. Tujuan menciptakan lukisan kontemporer adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang tantangan atau rintangan situasi terkini dan kebutuhan untuk mengembangkan strategi untuk mengatasinya. Karya-karya yang dihasilkan bertujuan untuk menempatkan referensi visual berdampingan untuk memprovokasi pemikiran dan reinterpretasi makna bagi audiens.

Proses apropriasi yang dijelaskan tidak selaras dengan konsep apropriasi budaya sebagaimana yang diuraikan oleh Rogers, yang menguraikannya ke dalam empat kategori.1) pertukaran budaya, yaitu pertukaran timbal balik antar budaya.2) dominasi budaya, yaitu pemaksaan budaya dominan pada budaya subordinat.3) eksploitasi budaya, yaitu penggunaan elemen dari budaya subordinat untuk kepentingan budaya dominan.dan 4) transkulturasi, yaitu perpaduan berbagai budaya sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi diidentifikasi dengan bentuk aslinya, menghasilkan hibrida budaya.Proses melukis yang dijelaskan di atas menyoroti bahwa apropriasi bukanlah sama dengan pemalsuan, sebagaimana ditekankan oleh Alfrough, yang menyatakan bahwa kembali ke karya-karya masa lalu dan sengaja mengadaptasinya ke format baru atau konteks berfungsi untuk mengembangkan konsep dan ide baru, memastikan bahwa karya yang dihasilkan orisinal daripada palsu.Tidak seperti karya seni palsu, yang dirancang untuk menipu audiens, karya-karya yang diproporsi ini dibuat secara transparan dan tidak bertujuan untuk menyesatkan.Apropriasi yang diterapkan penulis adalah dalam bentuk mengambil visual dan secara bersamaan melibatkan aspek narasi yang disajikan.Tujuan dari apropriasi semacam itu adalah untuk menghasilkan karya yang mempertanyakan tantangan dan masalah terkini yang dihadapi generasi muda, selain bertujuan untuk merefleksikan melalui lapisan metafora dari budaya kuno.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana seni apropriasi dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan sosial dan politik yang kompleks kepada audiens yang lebih luas. Hal ini dapat melibatkan studi kasus tentang karya-karya seni apropriasi yang telah berhasil memicu diskusi publik tentang isu-isu penting. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknik-teknik baru dalam seni apropriasi yang memungkinkan seniman untuk menciptakan karya-karya yang lebih inovatif dan ekspresif. Ini dapat mencakup eksperimen dengan berbagai media dan teknologi, serta eksplorasi pendekatan-pendekatan konseptual yang baru. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana seni apropriasi dapat digunakan untuk mempromosikan dialog antar budaya dan meningkatkan pemahaman lintas budaya. Hal ini dapat melibatkan kolaborasi antara seniman dari berbagai latar belakang budaya, serta pengembangan program-program pendidikan yang memperkenalkan seni apropriasi kepada audiens yang beragam. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian di masa depan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi seni apropriasi sebagai alat untuk ekspresi kreatif, perubahan sosial, dan dialog antar budaya.

  1. Visual Tradisi dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Sebagai Wujud Artistik Pengaruh Sosial Budaya | Himawan... doi.org/10.24821/jousa.v1i2.791Visual Tradisi dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Sebagai Wujud Artistik Pengaruh Sosial Budaya Himawan doi 10 24821 jousa v1i2 791
  2. Panggung. panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text... doi.org/10.26742/panggungPanggung panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text doi 10 26742 panggung
  3. Panggung. panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text... jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggungPanggung panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text jurnal isbi ac index php panggung
  4. Kajian Tekstologi Lakon Wayang Abimanyu Gugur Via Youtube Kedatangan Abimanyu ke Peperangan - Gugurnya... doi.org/10.30872/calls.v10i1.13558Kajian Tekstologi Lakon Wayang Abimanyu Gugur Via Youtube Kedatangan Abimanyu ke Peperangan Gugurnya doi 10 30872 calls v10i1 13558
Read online
File size1.89 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test