169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Program Belajar Bersama Maestro (BBM), yang diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan apresiasi seni dan menumbuhkan karakter siswa melalui keterlibatan dengan enam maestro seni: Ki Purbo Asmoro (dalang), Nasirun (lukis), Sundari Soekotjo (musik), Iman Soleh (teater), Gus TF Sakai (sastra), dan Didik Nini Thowok (tari). Program Seni Teater BBM dilaksanakan di Celah Celah Langit (CCL) Bandung, dengan peserta dari delapan wilayah berbeda: Kupang, Bali, Aceh, Jambi, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, dan Makassar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gagasan triadik Charles Sanders Peirce sehubungan dengan teks Bahtera, dengan menekankan representamen, objek, dan interpretant. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, memanfaatkan pendekatan pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Studi ini menghasilkan lima temuan utama: simbol koeksistensi, indeks pluralitas, ikon ekologis, simbol materialitas, dan simbol transendensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa naskah Bahtera berfungsi sebagai semiosis komunal yang mampu menumbuhkan kesadaran sosial, ekologis, dan transenden melalui tanda-tanda dramatis simbolik. Wawancara dilaksanakan secara sistematis dengan merancang instrumen penelitian yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan relevan dengan subjek penelitian. Peneliti mewawancarai seorang peserta program BBM yang terlibat langsung dalam proses penulisan naskah. Wawancara tersebut bersifat semi-terstruktur, dirancang untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang latar belakang pengembangan naskah dan dinamika kreatif antara peserta dan maestro teater dalam menafsirkan simbolisme naskah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa naskah kolektif Bahtera adalah konstruksi semiotik yang menggambarkan perjalanan manusia menuju kesadaran sosial, budaya, ekologis, ekonomi, dan transenden.Menggunakan konsep triadik Charles Sanders Peirce, setiap tindakan dalam teks menciptakan rantai semiosis yang dinamis, membentuk jaringan kode yang kaya nilai reflektif dan edukatif.Secara keseluruhan, lapisan tanda yang ditemukan, meliputi simbol koeksistensi, indeks pluralitas, ikon ekologis, dan indeks materialitas, menjelaskan naskah sebagai jaringan semiotik yang bergerak dari pengalaman empiris menuju kesadaran metafisik, menjadikannya medium pendidikan untuk nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, dan kearifan.

Penelitian ini telah berhasil mengungkap kekayaan makna semiotik dalam naskah Bahtera yang lahir dari program Belajar Bersama Maestro (BBM), menunjukkan bagaimana sebuah karya seni dapat menjadi medium kuat untuk menumbuhkan kesadaran. Namun, ada beberapa arah menarik yang bisa ditelusuri lebih lanjut. Pertama, akan sangat berharga untuk memahami bagaimana penonton dari latar belakang budaya yang beragam menafsirkan dan merasakan pesan-pesan yang terkandung dalam naskah Bahtera yang dipentaskan. Apakah simbol-simbol tentang kebersamaan, keberagaman, ekologi, dan nilai-nilai transenden dapat tersampaikan secara efektif kepada mereka, dan bagaimana penerimaan ini bervariasi antarindividu, sehingga dapat melihat keselarasan antara niat pencipta dan persepsi penerima melalui studi resepsi audiens. Kedua, mengingat program BBM melibatkan beragam maestro dan disiplin seni, penelitian lanjutan dapat membandingkan proses kreatif kolektif antara penulisan naskah teater dengan penciptaan karya seni di bidang lain, seperti musik, lukis, atau tari. Bagaimana dinamika kolaborasi lintas disiplin ini memengaruhi lahirnya makna dan identitas budaya dalam setiap karya, dan analisis komparatif semacam ini dapat memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana program pendidikan seni membentuk ekspresi budaya kolektif. Terakhir, karena tujuan utama program BBM adalah meningkatkan apresiasi seni dan pemahaman budaya generasi muda, penting untuk mengetahui dampak jangka panjang partisipasi dalam program ini. Apakah setelah program selesai, para peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan yang berkelanjutan dalam pelestarian seni dan budaya lokal mereka, serta bagaimana program ini memengaruhi identitas budaya pribadi mereka? Studi lanjutan yang mengamati alumni BBM beberapa tahun setelah keikutsertaan mereka dapat memberikan wawasan berharga mengenai keberlanjutan dampak pendidikan seni terhadap masyarakat.

Read online
File size564.75 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test