PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING

Prospect: Jurnal Pemberdayaan MasyarakatProspect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Forum internasional World Water Forum 2024 yang diselenggarakan di Bali menekankan ancaman global terkait potensi krisis ketersediaan air bersih yang berkelanjutan. Masalah ini tidak hanya terbatas pada negara-negara berkembang,tetapi akan dirasakan di seluruh belahan dunia. Kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation South Sumatra Area (OSSA) yang bekerja sama dengan masyarakat Desa Sidomulyo sebagai subjek pengabdian. Berbagai kegiatan dilakukan dengan melibatkan masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, merumuskan bersama masyarakat, mengimplementasikan bersama masyarakat, hingga melakukan monitoring dan evaluasi bersama masyarakat. Upaya konservasi air yang dilakukan bersama masyarakat ini dikemas ke dalam sebuah jargon program yang diberi nama Pusaka Tirta. Pusaka Tirta merupakan akronim dari penguatan strategi ketahanan untuk Pusaka sedangkan air merupakan arti dari kata Tirta itu sendiri. Lebih lanjut, jargon yang sudah dibangun dengan istilah Pusaka Tirta bahkan diturunkan menjadi 3 (tiga) sub program yang diklasterisasi berdasarkan jenis dan kelompok kegiatannya. Pertama, untuk kegiatan upaya konservasi air yang bersifat adaptasi diberi nama Tirta Asasta. Selanjutnya upaya konservasi yang bersifat mitigasi diberi nama Tirta Mahardika. Terakhir, upaya konservasi yang bersifat rehabilitasi diberi nama Tirta Amarta.

Observasi menunjukkan tiga masalah utama di Desa Sidomulyo, yaitu kekeringan pada musim kemarau, penurunan debit air yang terus dieksploitasi, dan tidak adanya upaya pengembalian air.Untuk mengatasinya, program “Pusaka Tirta dirancang bersama masyarakat dengan tiga sub‑program (Tirta Asasta, Tirta Mahardika, dan Tirta Amarta) yang mencakup kegiatan adaptasi, mitigasi, dan rehabilitasi seperti optimalisasi distribusi PAMSIMAS, penanaman pohon pengikat, serta pembangunan sumur resapan dan normalisasi bendungan.Keberhasilan program dievaluasi melalui kompas keberlanjutan (kesejahteraan, alam, masyarakat, dan ekonomi) dan diharapkan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan warga, pelestarian lingkungan, pemberdayaan sosial, serta peningkatan pendapatan.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang program Pusaka Tirta terhadap ketersediaan air dan ketahanan komunitas di Desa Sidomulyo, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan keberlanjutan intervensi tersebut. Selanjutnya, dilakukan perbandingan penerapan model Pusaka Tirta di desa-desa dengan kondisi agro‑ekologis yang berbeda, misalnya wilayah dengan intensitas pertanian sawit rendah atau daerah pesisir, guna mengevaluasi adaptabilitas dan skalabilitas strategi konservasi air serta mengungkap kebutuhan penyesuaian lokal. Selain itu, penelitian ekonomi dapat menilai analisis biaya‑manfaat dari masing‑masing sub‑program (adaptasi, mitigasi, rehabilitasi) dengan memperhitungkan aspek gender, partisipasi masyarakat, dan potensi pendapatan tambahan, sehingga memberikan dasar kebijakan yang lebih kuat untuk investasi berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.

  1. Analisis Penta Helix dalam Melihat Keberlanjutan Program CSR Patratura pada Tahun 2017 | Aditya | Empower... doi.org/10.24235/empower.v4i2.5320Analisis Penta Helix dalam Melihat Keberlanjutan Program CSR Patratura pada Tahun 2017 Aditya Empower doi 10 24235 empower v4i2 5320
Read online
File size525.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test