KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL
International Journal Of The WorldInternational Journal Of The WorldPenelitian ini mengeksplorasi persepsi siswa terhadap bahan pengajaran bahasa Inggris di SMKS Imelda Medan, khususnya dengan memeriksa seberapa baik bahan-bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan belajar vokasional dalam program Desain Mode. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif yang didukung oleh data kuantitatif, dengan memanfaatkan kuesioner Google Form yang didistribusikan kepada 10 siswa kelas X Tata Busana. Analisis difokuskan pada empat indikator utama: relevansi, kejelasan, daya tarik, dan kegunaan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun siswa secara umum memiliki persepsi positif terhadap bahan-bahan tersebut di seluruh dimensi, dengan 70% menemukan mereka jelas dan menarik, bahan-bahan tersebut hanya sebagian memenuhi kebutuhan belajar vokasional. Secara spesifik, 30% siswa menganggap bahan-bahan tersebut tidak terlalu relevan dengan jurusan Desain Mode mereka, menunjukkan adanya kesenjangan antara pengajaran bahasa Inggris umum dan kebutuhan spesifik bidang tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bahan-bahan saat ini memberikan dasar untuk pembelajaran bahasa, mereka memerlukan spesialisasi yang lebih besar dalam konten terkait mode, penekanan yang lebih kuat pada aktivitas komunikatif dan praktis, serta koneksi yang lebih kuat dengan skenario tempat kerja nyata. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pentingnya kesesuaian bahan dengan konteks vokasional dan memberikan implikasi bagi guru bahasa Inggris dan institusi dalam mengembangkan pengajaran ESP yang lebih efektif.
Berdasarkan analisis data, temuan menunjukkan bahwa siswa secara umum memiliki persepsi positif terhadap bahan pengajaran bahasa Inggris yang digunakan di SMKS Imelda Medan.Di antara indikator-indikator tersebut, kejelasan menerima respons positif terbanyak, dengan 70% siswa setuju bahwa bahan-bahan tersebut mudah dipahami dan didukung oleh penjelasan guru selama aktivitas kelas.Selain itu, kegunaan menunjukkan persentase tertinggi, dengan semua siswa (100%) percaya bahwa bahasa Inggris penting untuk karier masa depan dan komunikasi di tempat kerja mereka.Lebih lanjut, 70% siswa menganggap bahan-bahan tersebut menarik, meskipun beberapa siswa menyarankan agar aktivitas belajar mencakup media interaktif seperti video, permainan, dan konten terkait mode.Namun, relevansi menjadi aspek dengan tingkat respons positif terendah karena beberapa siswa menganggap bahan-bahan tersebut masih terlalu umum dan tidak cukup terhubung dengan jurusan Desain Mode.Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa melihat bahan pengajaran bahasa Inggris secara positif, bahan-bahan tersebut masih perlu ditingkatkan dengan mengintegrasikan konten yang lebih kontekstual dan relevan secara vokasional terkait dengan kebutuhan belajar profesional siswa.
Berdasarkan temuan dan analisis, penelitian ini menyarankan agar bahan pengajaran bahasa Inggris di SMKS Imelda Medan lebih disesuaikan dengan kebutuhan belajar vokasional siswa, khususnya dalam program Desain Mode. Bahan-bahan yang lebih spesifik dan relevan dengan bidang mode dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi praktis dan memahami penggunaan bahasa Inggris dalam situasi profesional yang nyata. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan agar aktivitas belajar lebih interaktif dan melibatkan media visual, video, dan contoh-contoh terkait mode. Dengan demikian, motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dapat ditingkatkan dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan bahan pengajaran yang lebih inovatif dan menarik, serta mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan vokasional.
| File size | 209.98 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNNESUNNES Aplikasi APSIO berpotensi meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa melalui media interaktif. Namun, perlu pengembangan lebih lanjut agar dapat berjalanAplikasi APSIO berpotensi meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa melalui media interaktif. Namun, perlu pengembangan lebih lanjut agar dapat berjalan
UIADUIAD Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pra dengan menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pra dengan menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitian
UIADUIAD 87, menunjukkan konsistensi internal yang kuat dan hasil pengukuran yang stabil dan dapat dipercaya. Selain itu, umpan balik dari guru dan siswa mengkategorikan87, menunjukkan konsistensi internal yang kuat dan hasil pengukuran yang stabil dan dapat dipercaya. Selain itu, umpan balik dari guru dan siswa mengkategorikan
UNDWIUNDWI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model Two Stay Two Stray berbantuan media video terhadap pemahaman konsep PPKnTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model Two Stay Two Stray berbantuan media video terhadap pemahaman konsep PPKn
UNDWIUNDWI Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis smartphone untuk teks anekdot bagi siswa sekolah menengah atas menggunakan model DDDEPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis smartphone untuk teks anekdot bagi siswa sekolah menengah atas menggunakan model DDDE
UNDIKSHAUNDIKSHA Syarat mutlak bagi keberhasilan reduksi risiko ini hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen otoritas sekolah menunjukan determinasi keberanian untukSyarat mutlak bagi keberhasilan reduksi risiko ini hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen otoritas sekolah menunjukan determinasi keberanian untuk
EKASAKTIEKASAKTI Rendahnya minat siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran di kelas ketika guru menjelaskan materi pelajaran IPS. Ketika guru mengajarkan materiRendahnya minat siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran di kelas ketika guru menjelaskan materi pelajaran IPS. Ketika guru mengajarkan materi
EKASAKTIEKASAKTI Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki oleh setiap individu melalui proses pembelajaran. LKS merupakan lembaranPendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki oleh setiap individu melalui proses pembelajaran. LKS merupakan lembaran
Useful /
UNDWIUNDWI Data dianalisis menggunakan pendekatan reflektif dan interpretatif dengan merujuk pada teori pengembangan keterampilan berbahasa menurut Gereda (2020),Data dianalisis menggunakan pendekatan reflektif dan interpretatif dengan merujuk pada teori pengembangan keterampilan berbahasa menurut Gereda (2020),
UNDWIUNDWI Pada siklus terakhir, 93,54% siswa mencapai nilai ≥75, menunjukkan efektivitas media tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital interaktifPada siklus terakhir, 93,54% siswa mencapai nilai ≥75, menunjukkan efektivitas media tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital interaktif
PUBLINEPUBLINE Iklan lingkungan memainkan peran kritis dalam meningkatkan kesadaran konsumen tentang produk ramah lingkungan. Iklan edukatif memperkuat persepsi positifIklan lingkungan memainkan peran kritis dalam meningkatkan kesadaran konsumen tentang produk ramah lingkungan. Iklan edukatif memperkuat persepsi positif
EKASAKTIEKASAKTI Pendidikan sangat penting bagi setiap manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan di Indonesia bertujuan mengembangkan potensi diri setiap individuPendidikan sangat penting bagi setiap manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan di Indonesia bertujuan mengembangkan potensi diri setiap individu