STKIP MODERN NGAWISTKIP MODERN NGAWI

Jurnal Pendidikan ModernJurnal Pendidikan Modern

Digitalisasi pendidikan menjadi keharusan di era teknologi informasi saat ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan digitalisasi pengelolaan sekolah dasar negeri di Kota Banjarmasin dengan menggunakan dua faktor utama dalam analisis SWOT, yaitu strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis penerapan digitalisasi di sekolah dasar negeri di Kota Banjarmasin melalui analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui angket kepada 1 orang kepala sekolah, 3 orang guru, dan 1 orang tenaga kependidikan dari dua sekolah di setiap kecamatan, serta observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di kecamatan Banjarmasin Tengah dan Timur memiliki kesiapan yang baik dalam penerapan teknologi, dengan infrastruktur yang memadai dan guru-guru yang familiar dengan digitalisasi. Kendala signifikan muncul di kecamatan Banjarmasin Selatan dan Utara akibat kurangnya akses internet dan perangkat teknologi, serta rendahnya kompetensi digital di kalangan guru, terutama yang berusia lebih senior. Selain itu, kurangnya dukungan dari kepemimpinan dan stakeholder juga menjadi faktor penghambat. Adapun dari hasil penelitian ini merekomendasikan untuk lebih memperhatikan kesiapan infrastruktur teknologi dan kompetensi digital SDM agar upaya penerapan digitalisasi dapat berjalan efektif serta efisien.

Berdasarkan hasil dan diskusi pada poin sebelumnya, terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi di sekolah-sekolah dasar negeri di Kota Banjarmasin, mulai dari infrastruktur teknologi, kompetensi digital sumber daya manusia, kepemimpinan, hingga dukungan stakeholder.Sekolah-sekolah di kecamatan Banjarmasin Tengah dan Timur menunjukkan kesiapan yang baik dalam penerapan teknologi, dengan infrastruktur yang memadai dan guru-guru yang familiar dengan digitalisasi.Kendala signifikan muncul di kecamatan Banjarmasin Selatan dan Utara, dimana kurangnya akses internet dan perangkat teknologi yang terbatas menghambat proses transformasi digital.Selain rendahnya kompetensi digital di kalangan guru, terutama yang berusia lebih senior, serta kurangnya dukungan dari kepemimpinan dan stakeholder, menjadi faktor penghambat yang perlu diatasi.

Untuk meningkatkan efektivitas digitalisasi pengelolaan sekolah dasar negeri di Kota Banjarmasin, perlu dilakukan peningkatan infrastruktur teknologi dan akses internet yang stabil, serta pengadaan perangkat memadai. Program pelatihan rutin bagi guru atau dengan dukungan mentoring dari guru muda harus dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi digital. Kepemimpinan transformasional perlu diperkuat dengan penyediaan sumber daya yang cukup sambil membangun budaya inovasi melalui proyek digital. Keterlibatan orang tua dan komunitas harus ditingkatkan melalui seminar dan kemitraan dengan sektor swasta. Selain itu, sistem pemantauan dan evaluasi kompetensi digital perlu diterapkan untuk berkelanjutan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan yang berkembang.

Read online
File size89.94 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test