IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO

Jurnal LedaleroJurnal Ledalero

Menjadi gereja di Asia menuntut usaha yang sangat menegangkan. Asia dikenal sebagai benua tempat lahirnya agama-agama besar yang diikuti oleh masyarakatnya satu demi satu. Setiap agama memiliki pengetahuan tentang kekayaan spiritual saudara-nyanyinya. Misalnya, Buddha memahami bahwa orang Kristen dipanggil Tuhan untuk hidup berkorban. Kristen dipanggil sang Pencipta (Yesus) untuk tidak mengemudi perang bagi salibnya melainkan menanggung salibnya atas nama Yesus, tidak menampilkan kehidupan rasa diri melainkan melaksanakan penyangkalan diri. Bagaimana perintah itu dapat dipenuhi di Asia oleh Gereja Kristen? Esai ini membahas perspektif salah satu teolog paling berpengaruh di Asia, Kosuke Koyama. Ia berargumen bahwa cara gereja berbisikan di Asia harus dilakukan dengan mind yang disalibkan sebagai pengganti strategi mind yang berkuasa, dan menempatkan Kristus sebagai yang disalibkan bukan yang mengerahkan salib.

Gereja di Asia harus meninggalkan paradigma crusading mind dan menggantinya dengan crucified mind yang menekankan penyangkalan diri serta dialog yang menghormati keanekaragaman soteriologi Asia.Pendekatan ini memperlihatkan Kristus sebagai yang diludahi, bukan yang menyalibkan, sehingga lebih resonan dengan nilai spiritual tradisi Asia.Dengan menerapkan pola pelayanan ini, umat Kristen dapat mempromosikan kedamaian, kerukunan, dan pengakuan akan kasih yang tidak memihak di antara komunitas beragama di Asia.

Pertama, lakukan studi lapangan tentang praktik crucified mind di gereja-gereja urban Asia dan analisis dampaknya terhadap hubungan antaragama; kedua, kembangkan modul pelatihan bagi pendeta dan penginjil mengenai dialog budaya yang menekankan penyangkalan diri serta cara mengungkapkan kasih tanpa mendominasi, dan ketiga, lakukan evaluasi jangka panjang tentang bagaimana penerapan model ini dapat meminimalkan konflik keagamaan di komunitas multikultural di Asia Tenggara.

Read online
File size222.42 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test