LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Saat ini, Melayu bukanlah sebuah komunitas etnis seperti yang dipahami banyak orang. Suku Melayu ibarat suatu bangsa atau kumpulan suku bangsa yang serumpun yang menganut agama yang sama dan bahasa yang sama. Adat dan tradisi relatif sama karena didasarkan pada prinsip agama dan budaya yang sama. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana perkembangan Islam Melayu di nusantara pada abad ke-18. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dimana peneliti akan mendeskripsikan dan mendeskripsikan budaya perkembangan Islam di nusantara melalui sejarah yang telah dikomunikasikan. Menelusuri sejarah perkembangan Islam di Kepulauan Melayu muncul karena banyak faktor, dimulai dari perdagangan pada abad ke 8 dan 9 hingga akhirnya pada abad ke 17 perdagangan terjadi diiringi dengan perkembangan Islam yang juga marak. Namun pada abad ke-18, Islam berkembang pesat dan mulai mengedepankan syariah. Sehingga sangat berdampak pada perkembangan tarekat dan mengalami pembaharuan tarekat sufi yang tumbuh menjadi organisasi keagamaan. Tidak hanya itu, pada abad ke-18 peran ulama cukup signifikan dalam penyebaran agama Islam setelah kembalinya para ulama belajar dari negeri Mekkah dan Madinah. Mendirikan lembaga pendidikan Islam di seluruh nusantara dan memberikan gagasan keagamaan baru dalam melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, pada abad ini Islam mulai membentuk jaringan intelektual atau ulama di seluruh nusantara. Islam dan bahasa Melayu kemudian muncul sebagai kekuatan integratif bagi berbagai suku bangsa di nusantara.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Islam di Nusantara pada abad ke-18 dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perdagangan, peran ulama yang belajar di Mekkah dan Madinah, serta pembaharuan syariah.Islam menjadi kekuatan integratif bagi berbagai suku bangsa di Nusantara melalui bahasa dan agama yang sama.Proses islamisasi ini juga ditandai dengan munculnya tarekat sufi dan lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam penyebaran ajaran agama.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menelusuri lebih dalam pengaruh jaringan ulama Nusantara pada abad ke-18 terhadap perkembangan pemikiran Islam di wilayah lain di Asia Tenggara. Selain itu, studi komparatif mengenai praktik keagamaan masyarakat Melayu pada abad ke-18 dengan praktik keagamaan di wilayah lain dengan pengaruh Islam yang kuat dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Terakhir, penelitian mengenai peran perempuan dalam penyebaran dan pelestarian tradisi Islam Melayu pada periode tersebut juga perlu dilakukan untuk melengkapi gambaran sejarah yang lebih utuh. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan tentang sejarah Islam di Nusantara dan memberikan wawasan baru tentang dinamika keagamaan dan budaya di wilayah tersebut. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang akar sejarah dan perkembangan Islam di Nusantara dapat menjadi landasan bagi upaya membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.

  1. Warisan Islam Nusantara | Buletin Al-Turas. warisan islam nusantara buletin al turas authors zakiya darajat... journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/article/view/3827Warisan Islam Nusantara Buletin Al Turas warisan islam nusantara buletin al turas authors zakiya darajat journal uinjkt ac index php al turats article view 3827
Read online
File size219.41 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test