ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER

KENDALI: Economics and Social HumanitiesKENDALI: Economics and Social Humanities

Transformasi ekonomi digital merupakan fenomena penting dalam pengembangan sistem ekonomi global, khususnya pada era Industri 5.0 yang menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan transformasi ekonomi digital di era Industri 5.0 dengan menyoroti aspek human-centric, keberlanjutan, dan integrasi teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pendekatan PRISMA, dengan sumber literatur dari jurnal internasional bereputasi selama lima tahun terakhir (2020–2025) seperti Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama terkait peluang ekonomi digital seperti peningkatan efisiensi, personalisasi produk, dan ekspansi pasar global, serta tantangan seperti kesiapan sumber daya manusia, risiko keamanan siber, dan ketimpangan infrastruktur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi digital di era Industri 5.0 sangat bergantung pada kesiapan teknologi, kerangka regulasi yang adaptif, serta strategi pengembangan kompetensi digital. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan strategis berbasis kolaborasi multi-pihak dan kebijakan yang mendorong inovasi berkelanjutan untuk mencapai transformasi digital yang inklusif dan resilient.

Transformasi ekonomi digital di era Industri 5.0 adalah pergeseran paradigma menuju sistem yang lebih berpusat pada manusia, berkelanjutan, dan tangguh, dengan peluang besar dalam efisiensi produksi, inklusi UMKM, dan keberlanjutan.Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi tantangan serius seperti kesiapan infrastruktur, SDM, regulasi, keamanan digital, dan ketimpangan akses.Oleh karena itu, kesuksesan transformasi sangat bergantung pada integrasi pilar teknologi cerdas, kesiapan sumber daya manusia, dan tata kelola kebijakan digital yang inklusif, adil, dan strategis.

Mengingat kompleksitas transformasi ekonomi digital di era Industri 5.0, penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa area krusial. Pertama, perlu adanya studi empiris komparatif yang menganalisis model program reskilling dan upskilling digital paling efektif untuk UMKM dan tenaga kerja informal di wilayah pedesaan Indonesia, guna memahami bagaimana kurikulum yang disesuaikan dan dukungan infrastruktur dasar mampu meningkatkan literasi digital, memperluas akses pasar, serta mengurangi ketimpangan ekonomi secara signifikan. Kedua, penelitian harus mendalami pengembangan kerangka regulasi dan tata kelola keamanan siber yang berpusat pada manusia dan etika penggunaan AI, dengan mengidentifikasi standar keamanan data yang optimal untuk sistem berbasis AI/IoT di Indonesia serta mekanisme pengawasan yang efektif untuk membangun kepercayaan publik terhadap teknologi tersebut, sembari mempertimbangkan adaptasi model regulasi global. Terakhir, eksplorasi mendalam diperlukan untuk mengoptimalkan strategi kolaborasi multisektor antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk merumuskan model kepemimpinan transformasional yang efektif dan mengembangkan indikator kinerja holistik (triple bottom line) guna memastikan transformasi digital berjalan adil, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif secara merata di seluruh lapisan masyarakat.

  1. TRANSFORMASI EKONOMI DIGITAL: PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA INDUSTRI 5.0 | KENDALI: Economics and Social... doi.org/10.58738/kendali.v4i1.851TRANSFORMASI EKONOMI DIGITAL PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA INDUSTRI 5 0 KENDALI Economics and Social doi 10 58738 kendali v4i1 851
Read online
File size215.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test