IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamKebangkitan modernitas yang tak terelakkan menyebabkan ulama kehilangan perannya dan tidak lagi otonom. Meski demikian, sebagai cara baru untuk mempertahankan posisinya di masyarakat dan memperkuat kewibawaannya, tidak jarang para ulama memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencatat fatwa dan nasehat yang disampaikan kepada masyarakat. Kajian ini mengkaji beberapa permasalahan mendasar mengenai bagaimana Ali Jum`ah dan Yusuf al-Qaradhawi membangun otoritas keagamaannya melalui media baru, dan sejauh mana peran media baru dalam meningkatkan otoritas keagamaannya. Penelitian ini menemukan cara kedua tokoh tersebut membangun otoritas keagamaannya melalui media baru. Ali Jum`ah membangun otoritas keagamaannya melalui media baru ketika ia memimpin Dar al-Ifta. Dia mengubah Dar al-Ifta menjadi institusi global modern berdasarkan media baru. Sementara itu, al-Qaradhawi membangun otoritas keagamaannya melalui media baru dengan menggandeng para ahli dan berbagai profesional di bidang media, salah satunya melalui saluran TV al-Jazeera yang berbasis di Qatar. Kekuatan dan peran media baru yang dimanfaatkan kedua tokoh tersebut mampu memobilisasi massa dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga memperkuat otoritas mereka. Penelitian ini berkontribusi menghasilkan pengetahuan baru tentang kemunculan ruang publik Islam melalui kehadiran media baru di dunia Islam sebagai upaya merangsang dan memperluas gerakan ijtihad yang lebih bertanggung jawab dan efektif di era kontemporer ini.
Penelitian ini berkontribusi menghasilkan pengetahuan baru tentang kemunculan ruang publik Islam melalui kehadiran media baru di dunia Islam sebagai upaya merangsang dan memperluas gerakan ijtihad yang lebih bertanggung jawab dan efektif di era kontemporer ini.Ali Jum`ah dan Yusuf al-Qaradawi, keduanya tokoh yang membangun otoritas keagamaan melalui media baru, menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas jangkauan dan pengaruh ulama.Penggunaan media baru oleh kedua tokoh ini telah memobilisasi massa dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga memperkuat otoritas mereka.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak penggunaan media sosial terhadap perubahan pola komunikasi antara ulama dan masyarakat, khususnya dalam konteks fatwa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis strategi adaptasi ulama tradisional terhadap perkembangan media baru, serta implikasinya terhadap legitimasi otoritas keagamaan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana media baru dapat dimanfaatkan untuk mendorong dialog antaragama dan mengatasi polarisasi dalam masyarakat Muslim. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran media baru dalam membentuk lanskap keagamaan kontemporer, serta memberikan rekomendasi praktis bagi ulama dan pemangku kepentingan lainnya dalam memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab untuk memajukan nilai-nilai keagamaan dan memperkuat persatuan dalam keberagaman.
- (PDF) The ʿUlamāʾ and the Arab Uprisings 2011-13: Considering Yusuf al-Qaradawi, the ‘Global... doi.org/10.13140/RG.2.1.4789.6562PDF The UlamA and the Arab Uprisings 2011 13 Considering Yusuf al Qaradawi the AoGlobal doi 10 13140 RG 2 1 4789 6562
- The Fiqh of Revolution and the Arab Spring: Secondary Segmentation as a Trend in Islamic Legal Doctrine... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/muwo.12098The Fiqh of Revolution and the Arab Spring Secondary Segmentation as a Trend in Islamic Legal Doctrine onlinelibrary wiley doi 10 1111 muwo 12098
- The IslamâOnline Crisis: A Battle of Wasatiyya vs. Salafi Ideologies? - Abdel-Fadil - 2011... doi.org/10.1002/j.cyo2.20110501.0001The IslamyAAAaOnline Crisis A Battle of Wasatiyya vs Salafi Ideologies Abdel Fadil 2011 doi 10 1002 j cyo2 20110501 0001
| File size | 738.42 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap KinerjaGaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja
RCF INDONESIARCF INDONESIA Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi strategis tidak hanya berperan dalam penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat keterampilan individu, menjagaHasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi strategis tidak hanya berperan dalam penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat keterampilan individu, menjaga
RCF INDONESIARCF INDONESIA Namun, kerangka etika yang kuat diperlukan untuk melindungi algoritmik dari bias. Selain itu, nilai-nilai equity, diversity, dan inclusion (EDI) sangatNamun, kerangka etika yang kuat diperlukan untuk melindungi algoritmik dari bias. Selain itu, nilai-nilai equity, diversity, dan inclusion (EDI) sangat
RCF INDONESIARCF INDONESIA Inklusivitas terbukti memperkuat kepercayaan antarpegawai, meningkatkan loyalitas, serta menciptakan budaya kerja yang kolaboratif dan berkeadilan. SelainInklusivitas terbukti memperkuat kepercayaan antarpegawai, meningkatkan loyalitas, serta menciptakan budaya kerja yang kolaboratif dan berkeadilan. Selain
RCF INDONESIARCF INDONESIA Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan HRIS, analitik, serta kecerdasan buatan dapat meningkatkan proses rekrutmen, evaluasi kinerja, dan keterlibatanHasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan HRIS, analitik, serta kecerdasan buatan dapat meningkatkan proses rekrutmen, evaluasi kinerja, dan keterlibatan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Implikasi kajian ini meluas pada perdebatan tentang agama digital dan sosiologi Islam transnasional, dengan menunjukkan bagaimana gerakan nonpolitik sepertiImplikasi kajian ini meluas pada perdebatan tentang agama digital dan sosiologi Islam transnasional, dengan menunjukkan bagaimana gerakan nonpolitik seperti
UINSIUINSI 14/2020 memperbolehkan umat Islam mengganti shalat Jumat dengan shalat Zuhur di rumah, serta menghindari shalat berjemaah di masjid selama masa pandemi14/2020 memperbolehkan umat Islam mengganti shalat Jumat dengan shalat Zuhur di rumah, serta menghindari shalat berjemaah di masjid selama masa pandemi
UINUIN Hal ini disebabkan oleh kejelasan aturan hukum dalam fatwa—fatwa perkawinan beda agama tidak memuat pengecualian, sedangkan fatwa COVID-19 mengandungHal ini disebabkan oleh kejelasan aturan hukum dalam fatwa—fatwa perkawinan beda agama tidak memuat pengecualian, sedangkan fatwa COVID-19 mengandung
Useful /
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Lembaga keagamaan perlu mendidik umatnya tentang cinta sebagai ikatan dasar di antara suami istri dan kesucian pernikahan. Masyarakat dan lembaga pendidikanLembaga keagamaan perlu mendidik umatnya tentang cinta sebagai ikatan dasar di antara suami istri dan kesucian pernikahan. Masyarakat dan lembaga pendidikan
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan intertekstual dan hadis ahkam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literaturPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan intertekstual dan hadis ahkam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Mengerik noda haid merupakan suatu bentuk perintah untuk membersihkan pakaian bagi perempuan yang terdapat pada hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untukMengerik noda haid merupakan suatu bentuk perintah untuk membersihkan pakaian bagi perempuan yang terdapat pada hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk