UINSIUINSI
MAZAHIBMAZAHIBArtikel ini menjelaskan argumen masyarakat Minangkabau yang memutuskan untuk tetap melaksanakan ibadah berjemaah di masjid selama pandemi COVID-19. Data dalam artikel ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam sumber: ulama, tokoh adat-budaya, dan pengurus masjid yang tetap mengadakan shalat berjemaah selama pandemi. Penelitian menemukan bahwa identitas religius-budaya yang melekat pada masyarakat Minangkabau menjadi faktor pendorong mereka untuk tetap melaksanakan ibadah di masjid selama pandemi. Kegiatan ibadah berjemaah di masjid selama pandemi ini kemudian menjadi lebih meluas karena pemerintah tidak memonitorinya dengan ketat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah atau negara terkait pandemi Covid-19 dapat dinegosiasikan dengan budaya religius masyarakat Minangkabau. Artikel ini memiliki implikasi terhadap kajian hukum Islam yang berkaitan dengan ibadah dalam konteks sosial-budaya selama masa darurat kesehatan, serta hubungan baru antara ulama, pemerintah, dan tokoh adat-budaya religius.
14/2020 memperbolehkan umat Islam mengganti shalat Jumat dengan shalat Zuhur di rumah, serta menghindari shalat berjemaah di masjid selama masa pandemi COVID-19.Namun demikian, masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat tetap melaksanakan ibadah berjemaah seperti shalat Jumat dan Tarawih.Hal ini terjadi karena kuatnya identitas budaya religius masyarakat Minangkabau dan minimnya pengawasan dari pemerintah terhadap aktivitas publik selama pandemi.Fenomena ini menunjukkan bahwa fatwa ulama dan kebijakan pemerintah dapat mengalami negosiasi atau adaptasi ketika berhadapan dengan identitas budaya religius yang kuat.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai dinamika antara fatwa agama dan kebijakan publik dalam menghadapi krisis kesehatan, khususnya dalam konteks masyarakat dengan identitas religius-budaya yang kuat seperti di Sumatera Barat. Selain itu, penting untuk mengkaji hubungan antara otoritas keagamaan dan tokoh adat dalam proses pengambilan keputusan hukum Islam di tingkat lokal, agar dapat memahami bagaimana tradisi dan syariat saling berinteraksi dalam pembentukan norma sosial. Penelitian juga perlu dilakukan untuk menilai efektivitas implementasi fatwa atau kebijakan publik dalam berbagai latar budaya masyarakat Indonesia, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai cara meningkatkan kolaborasi antara institusi agama, adat, dan pemerintah dalam situasi darurat.
| File size | 557.78 KB |
| Pages | 37 |
| Short Link | https://juris.id/p-jW |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
IAINPTKIAINPTK Ia membedakan antara mahar sebagai kewajiban religius berdasarkan teks Islam, dengan pakaian dan nafaqah sebagai kewajiban sosial yang dilembagakan dalamIa membedakan antara mahar sebagai kewajiban religius berdasarkan teks Islam, dengan pakaian dan nafaqah sebagai kewajiban sosial yang dilembagakan dalam
IAINPTKIAINPTK Kompromi tersebut terwujud dalam empat faktor utama: upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, pertimbangan estetika tata ruang kota yang menyelaraskanKompromi tersebut terwujud dalam empat faktor utama: upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, pertimbangan estetika tata ruang kota yang menyelaraskan
UIDUID Dapat disimpulkan bahwa konsiliasi dinilai kurang efektif untuk penyelesaian sengketa konsumen dikarenakan peran konsiliator yang bersifat pasif sehinggaDapat disimpulkan bahwa konsiliasi dinilai kurang efektif untuk penyelesaian sengketa konsumen dikarenakan peran konsiliator yang bersifat pasif sehingga
UINUIN Pendekatan ini menekankan bahwa peraturan daerah dapat diintegrasikan dengan prinsip-prinsip syariat jika dipandang bermanfaat dan adil bagi masyarakatPendekatan ini menekankan bahwa peraturan daerah dapat diintegrasikan dengan prinsip-prinsip syariat jika dipandang bermanfaat dan adil bagi masyarakat
UINSIUINSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana dalam Qanun Aceh, khususnya membandingkan Qanun No. 12, 13, 14 Tahun 2003 dengan QanunPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan tindak pidana dalam Qanun Aceh, khususnya membandingkan Qanun No. 12, 13, 14 Tahun 2003 dengan Qanun
UINSIUINSI Tulisan ini akan membahas komentar Alquran untuk memeriksa persyaratan pakaian wanita yang tepat seperti yang disebutkan secara khusus tentang ayat al-hijab.Tulisan ini akan membahas komentar Alquran untuk memeriksa persyaratan pakaian wanita yang tepat seperti yang disebutkan secara khusus tentang ayat al-hijab.
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini membahas aspek epistemologis Islam sebagai langkah dasar dalam reformasi pendidikan, mengkritisi kelemahan pendidikan Islam terkait kurangnyaPenelitian ini membahas aspek epistemologis Islam sebagai langkah dasar dalam reformasi pendidikan, mengkritisi kelemahan pendidikan Islam terkait kurangnya
UINUIN Di dalam kedua HAM ini terdapat persamaan dan perbedaan seperti dalam hal nikah. Dalam UDHR (HAM Universal/Barat) nikah dibolehkan bagi pasangan suamiDi dalam kedua HAM ini terdapat persamaan dan perbedaan seperti dalam hal nikah. Dalam UDHR (HAM Universal/Barat) nikah dibolehkan bagi pasangan suami
Useful /
UNEJUNEJ Sadly, this seems to be exacerbated by the rise of Islamic conservativism and radicalisation in post-1998 Indonesia. That says, their lack of capabilitySadly, this seems to be exacerbated by the rise of Islamic conservativism and radicalisation in post-1998 Indonesia. That says, their lack of capability
UKIUKI Dimana Abe merupakan seorang balita yang viral di media sosial karena kelucuannya. Fenomena ini menjadi menarik karena Abe bukan berasal dari kalanganDimana Abe merupakan seorang balita yang viral di media sosial karena kelucuannya. Fenomena ini menjadi menarik karena Abe bukan berasal dari kalangan
IAINPTKIAINPTK Selama ini, hukum Islam kerap dipahami sebagai produk penafsiran normatif berbasis teks, padahal dalam praktiknya ia mengalami transformasi signifikanSelama ini, hukum Islam kerap dipahami sebagai produk penafsiran normatif berbasis teks, padahal dalam praktiknya ia mengalami transformasi signifikan
UGMUGM Data yang digunakan meliputi periode Januari 2010 hingga Desember 2023 dan mencakup sentimen pasar (indeks Thomson Reuters MarketPsych), sentimen beritaData yang digunakan meliputi periode Januari 2010 hingga Desember 2023 dan mencakup sentimen pasar (indeks Thomson Reuters MarketPsych), sentimen berita