PCUPCU

Advances in Civil Engineering and Sustainable ArchitectureAdvances in Civil Engineering and Sustainable Architecture

Keberadaan empat tiang utama pada rumah Bangsal di Madura memiliki kemiripan dengan rumah tradisional Jawa, yaitu rumah Joglo. Kesamaan ini menarik perhatian untuk mengkomparasikannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tektonika empat tiang utama pada rumah Bangsal dan rumah Joglo berdasarkan faktor-faktor tektonika klasik. Komparasi tektonika empat tiang utama dilakukan melalui analisis kualitatif. Hasil komparasi menunjukkan perbedaan dalam menciptakan kekuatan konstruksinya. Rumah Joglo menggunakan pemberat untuk menciptakan kekakuan pada bangunannya karena berada di daerah rawan gempa, sedangkan rumah Bangsal tidak. Selain itu, pemberat dirumah Joglo dapat menghasilkan konstruksi yang tidak stabil pada kondisi gempa tertentu. Detail tektonika mempunyai fungsi campuran selain untuk memberikan fungsi struktural juga keindahan arsitektural. Empat tiang utama memberikan kesan kuat dan kokoh pada ruang. Selain itu menciptakan center point dan terciptanya pembagian ruang secara semu pada rumah Bangsal dan masif pada rumah Joglo. Pada rumah Joglo juga untuk merepresentasikan area yang sakral.

Dengan adanya kemiripan dalam hal tektonika empat tiang utama, Namun tetap terdapat perbedaan karena faktor kebutuhan, budaya, dan letak geografis yang berbeda antar rumah Bangsal di Madura, dan rumah Joglo di Yogyakarta.Tektonika empat tiang utama pada dua objek komparasi memiliki perbedaan.Pada rumah Bangsal, tidak terdapat balok pemberat di atas empat tiang utama.Sementara itu, pada rumah Joglo, terdapat pemberat berupa tumpukan balok (Tumpang Sari) yang mencapai hingga 5 tumpukan agar meningkatkan kekauan pada konstruksi Saka Guru.Namun Tumpang Sari ternyata juga memunculkan masalah lain, yaitu menyebabkan konstruksi menjadi tidak stabil.Detail tektonika pada empat tiang utama mempunyai fungsi campuran, bukan hanya sebagai estetika arsitektural tetapi juga elemen struktural.Komponen kecil seperti Sekoh dan Sentheng berperan sebagai struktural yang juga diukir untuk menciptakan nilai estetika.Pola dan penempatan empat tiang utama (Sasaka) bersama dengan elemen Penggeret, Lembheng, Sentheng, dan Sonduk, membentuk struktur inti yang memberikan stabilitas pada keseluruhan bangunan rumah Bangsal.Selain itu, tiang-tiang ini akan menciptakan kesan ruang yang kuat dan kokoh, sekaligus menjadi pusat aktivitas dan center point pada ruang tersebut.Pada rumah Joglo, keberadaan empat tiang utama juga merepresentasikan kesakralan area tersebut.Keberadaan empat tiang utama ini mempengaruhi pembagian ruang secara semu pada rumah Bangsal dan secara masif pada rumah Joglo.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: . . 1. Menganalisis lebih lanjut perbedaan tektonika antara rumah Bangsal dan Joglo dalam hal penggunaan elemen struktural dan estetika, serta bagaimana hal ini mempengaruhi pengalaman pengguna dalam ruang.. . 2. Menjelajahi potensi penggunaan teknologi digital dalam merancang dan membangun rumah tradisional dengan mempertimbangkan faktor-faktor tektonika klasik, terutama dalam menciptakan stabilitas dan estetika.. . 3. Mengkaji dampak dari penggunaan pemberat pada rumah Joglo terhadap stabilitas struktur, dan bagaimana hal ini dapat dioptimalkan untuk menciptakan bangunan yang lebih tahan gempa.

  1. Tektonika dan Ragam Akulturasi Arsitektur Rumah Tinggal Di Sendangharjo Tuban | Jurnal Permukiman. tektonika... doi.org/10.31815/jp.2017.12.108-115Tektonika dan Ragam Akulturasi Arsitektur Rumah Tinggal Di Sendangharjo Tuban Jurnal Permukiman tektonika doi 10 31815 jp 2017 12 108 115
  2. SANTEN-fuse AS ANEARTHQUAKE DAMPER FOR PENDOPO JOGLO | DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment).... dimensi.petra.ac.id/index.php/ars/article/view/19324SANTEN fuse AS ANEARTHQUAKE DAMPER FOR PENDOPO JOGLO DIMENSI Journal of Architecture and Built Environment dimensi petra ac index php ars article view 19324
Read online
File size843.56 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test