PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Abstrak— Teknologi kendaraan berupa ADAS hingga autonomous car tidak dapat terlepas dari adanya sensor yang baik. Sensor yang baik sangat dibutuhkan untuk mengenali lingkungan sebagai fungsi alih dari indra manusia. Setiap sensor memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga untuk mendapatkan hasil yang baik, perlu mengekstraksi kelebihan setiap sensor untuk menutupi kekurangan yang lain, yang disebut sebagai sensor fusion. Sebagai sensor ukur jarak sensor ultrasonic HC‑SR04 digunakan, dan untuk mendapatkan deteksi objek yang lebih baik sensor kamera mono IMX219‑160, yang terpasang secara tertanam pada purwarupa autonomous car Jetson AI Car. Dengan mini‑PC Jetson nano sebagai pemroses data dari kedua sensor untuk diterjemahkan menjadi pengenalan objek. Deteksi objek pada kamera menggunakan DNN Yolov4‑tiny untuk menyamakan waktu pengukuran perlu mengatur time delay untuk sensor ultrasonik sebesar 7 detik. Hasil pengukuran kedua sensor menunjukkan hasil yang baik. Penggabungan kedua sensor mampu berjalan dengan baik, baik dalam kondisi mendeteksi objek diam (statis) maupun bergerak (dinamis). Namun, terdapat penurunan akurasi ketika mendeteksi objek dinamis, dikarenakan sensor ultrasonik yang kurang baik untuk digunakan mendeteksi benda bergerak, serta distorsi kamera besar yang mempengaruhi hasil pengukuran. Maka penting untuk menelaah kembali device sensor yang digunakan, untuk mendapatkan sensor yang baik dalam mendeteksi lingkungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan sensor kamera mono dan ultrasonik pada prototipe autonomous car mampu mendeteksi objek secara real‑time baik dalam kondisi statis maupun dinamis.Sensor ultrasonik HC‑SR04 terbukti kurang akurat untuk objek bergerak, sedangkan distorsi kamera mengurangi presisi pengukuran.Perkembangan sensor dan algoritma yang lebih tepat diharapkan dapat meningkatkan akurasi deteksi di masa depan.

Pengembangan penelitian lanjutan dapat dimulai dengan mengganti sensor ultrasonik HC‑SR04 dengan sensor berawalan frekuensi tinggi seperti laser rangefinder, lalu menguji peningkatan akurasi deteksi pada objek bergerak dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi sistem kamera stereo untuk mengurangi distorsi perspektif dan meningkatkan ketepatan ukuran objek, serta menilai performa fusion menggunakan algoritma Kalman filter dalam sinkronisasi data dari kedua sensor. Terakhir, uji coba pada lingkungan nyata dengan kondisi cahaya dan cuaca variatif dapat memberikan gambaran terperinci mengenai kesehatan sistem fusion dalam situasi dunia nyata, sehingga dapat diarahkan pada penyempurnaan komponen hardware maupun software untuk aplikasi kendaraan otonom komersial.

Read online
File size925.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test