POLBENGPOLBENG

INOVTEK PolbengINOVTEK Polbeng

Sistem AC sentral pada kapal kerap mengalami gangguan berupa pembekuan ekstrem (frosting) pada evaporator dan saluran hisap kompresor, yang dapat menurunkan kinerja pendinginan dan membahayakan kompresor. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab utama fenomena frosting pada sistem AC kapal dengan kompresor semihermetik Carlyle 06EA599 dan refrigeran R-407C, serta memberikan rekomendasi teknis untuk meningkatkan keandalan operasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus terapan melalui inspeksi langsung, pengukuran tekanan–temperatur, perhitungan superheat dan subcooling, serta analisis kondisi komponen sesuai panduan Service Guide Carlyle. Hasil menunjukkan bahwa tekanan evaporasi rendah (3,2 bar), nilai superheat mendekati 0 K, fenomena liquid floodback, serta hunting pada TXV merupakan faktor dominan penyebab pembekuan. Overcharge refrigeran dan kondisi ruang mesin yang panas turut memperparah ketidakseimbangan siklus. Kesimpulannya, penyesuaian superheat TXV, pengurangan refrigeran, dan verifikasi ulang aliran udara efektif menghilangkan flooding dan menstabilkan operasi sistem.

Analisis menunjukkan bahwa pembekuan ekstrem pada evaporator dan pembentukan es hingga pipa hisap kompresor disebabkan oleh ketidakseimbangan tekanan, superheat rendah, dan ketidakstabilan aliran refrigeran.Tekanan evaporasi yang turun menjadi 3,2 bar menyebabkan suhu sub-zero, sementara superheat mendekati 0 K memicu liquid floodback, yang diperparah oleh hunting TXV, overfeed, overcharge refrigeran, dan suhu ruang mesin tinggi.Penyesuaian superheat TXV, pengurangan beban refrigeran, dan verifikasi aliran udara efektif menghilangkan flooding dan menstabilkan operasi sistem.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan algoritma kontrol canggih pada katup ekspansi termostatik (TXV), seperti kontrol prediktif model, untuk meningkatkan stabilitas superheat dan mengurangi risiko floodback pada sistem HVAC maritim. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi kinerja refrigeran alternatif dengan potensi pemanasan global rendah, misalnya R-32 atau R-454B, dalam kompresor semihermetik di kapal, dengan membandingkan kecenderungan frosting pada berbagai tingkat beban refrigeran. Selanjutnya, pengembangan sistem pemantauan real‑time berbasis sensor gabungan (tekanan, temperatur, getaran) dapat memberikan deteksi dini terhadap fenomena floodback dan hunting TXV, sehingga memungkinkan intervensi cepat dan peningkatan keandalan operasional AC kapal.

  1. Perhitungan Cooling Capacity Yang Dibutuhkan Pada Kapal Tanker 17500 LTDW Cooling Capacity Calculations... journal.unesa.ac.id/index.php/jo/article/view/4962Perhitungan Cooling Capacity Yang Dibutuhkan Pada Kapal Tanker 17500 LTDW Cooling Capacity Calculations journal unesa ac index php jo article view 4962
  2. THE PERFORMANCE OF THE REFRIGERANTS R-134a, R290, R404A, R-407c AND R-410A IN AIR CONDITIONERS AND REFRIGERATORS... doi.org/10.1615/ichmt.2000.thersieprocvol2thersieprocvol1.80THE PERFORMANCE OF THE REFRIGERANTS R 134a R290 R404A R 407c AND R 410A IN AIR CONDITIONERS AND REFRIGERATORS doi 10 1615 ichmt 2000 thersieprocvol2thersieprocvol1 80
Read online
File size726.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test