POLITAPPOLITAP

JTM : JURNAL TEKNIK MESINJTM : JURNAL TEKNIK MESIN

Excavator adalah alat berat yang umum digunakan pada proyek – proyek seperti pembangunan jembatan dan pembersihan lahan, pada sistem hidrolik excavator terdapat komponen main pump, regulator pump, control vallve, pilot valve, yang berguna untuk mensuplai tenaga yang nantinya akan dikonversikan ke komponen aktuator seperti motor swing, track link, boom, arm, maupun bucket. Penerapan jadwal perawatan yang kurang tepat akan menimbulkan kerugian waktu dan biaya yang tidak bisa diprediksi. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode unuk mendapatkan data yang dibutuhkan yaitu : survey, wawancara dan tanya jawab dengan mekanik. Perawatan yang dilakukan di BAPEDA Badan Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Ketapang adalah Breakdown Maintenance. Perencanaan perawatan selalu dibuat pada awal tahun kemudian dibukukan pada akhir tahu. Perawatan Preventive dilakukan hanya untuk mengetahui kondisi komponen, untuk menyiapkan perbaikan apa yang dibutuhkan. Perbaikan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dan kerusakan mendadak yang terjadi dilahan. Setelah mendapatkan penjadwalan perawatan diharapkan bisa memberi efek pada usia pakai beberapa komponen sistem hidrolik excavator.

Perawatan preventif pada komponen sistem hidrolik—seperti pemeriksaan kebocoran selang, pengecekan level dan kejernihan oli, penggantian filter secara berkala, serta pembersihan batang silinder—diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga kinerja sistem tetap optimal.Pemeriksaan rutin pada komponen utama seperti pompa, selang, silinder, katup kontrol, motor hidrolik, dan tangki oli menjadi prioritas karena kerusakan pada bagian-bagian tersebut dapat mengganggu operasional unit secara keseluruhan.Karena sistem hidrolik merupakan bagian vital dalam alat berat seperti excavator, bulldozer, crane, dan truk angkut, penggunaannya sangat penting untuk mendukung efektivitas dan efisiensi operasional di lapangan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penerapan pemeliharaan prediktif berbasis sensor dapat meningkatkan umur pakai komponen hidrolik pada excavator, dengan membandingkan data kegagalan historis dan parameter operasional secara real‑time. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi pengaruh penggunaan fluida hidrolik yang ramah lingkungan dan biodegradable terhadap performa sistem serta tingkat keausan komponen, untuk menentukan apakah alternatif tersebut dapat menggantikan oli mineral konvensional tanpa mengorbankan efisiensi. Terakhir, diperlukan pengembangan model keputusan yang mengintegrasikan analisis biaya‑manfaat untuk penjadwalan perawatan preventif versus breakdown maintenance pada kondisi operasional yang beragam, sehingga manajer dapat mengoptimalkan alokasi sumber daya dan meminimalkan downtime alat berat.

Read online
File size201.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test