BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL
International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social ScienceTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Insentif, Penghargaan, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai melalui Kepuasan Kerja dan dimoderasi oleh Motivasi Kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai tetap di Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, berjumlah 318 orang. Metode sampling menggunakan Purposive Sampling dan teknik Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 177 pegawai tetap di APPBI Jawa Timur. Metode pengumpulan data menggunakan Kuesioner dengan teknik analisis data SEM Partial Least Square. Hasil penelitian membuktikan bahwa Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Namun, Insentif dan Penghargaan tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kepuasan Kerja mampu memediasi secara signifikan hubungan antara Budaya Organisasi, Insentif, dan Penghargaan terhadap Kinerja Pegawai. Namun, Kepuasan Kerja tidak mampu memediasi secara signifikan hubungan positif antara Komitmen Organisasi, Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai. Motivasi Kerja tidak mampu memoderasi secara signifikan hubungan positif antara Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, kesimpulan penelitian adalah bahwa Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pegawai.Namun, Insentif dan Penghargaan tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pegawai.Kepuasan Kerja mampu memediasi secara signifikan hubungan antara Budaya Organisasi, Insentif, dan Penghargaan terhadap Kinerja Pegawai.Namun, Kepuasan Kerja tidak mampu memediasi secara signifikan hubungan antara Komitmen Organisasi, Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai.Motivasi Kerja tidak mampu memoderasi secara signifikan hubungan antara Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan fokus pada aspek-aspek spesifik yang mempengaruhi kinerja pegawai, seperti budaya organisasi, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan metode kualitatif untuk memahami perspektif pegawai dan manajer secara mendalam. Penelitian juga dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak sampel dari berbagai pusat perbelanjaan di Jawa Timur untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pengaruh variabel-variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini, seperti pelatihan dan pengembangan pegawai, komunikasi organisasi, dan kepuasan pelanggan. Penelitian juga dapat dilakukan dengan mengkaji pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kinerja pegawai dan memoderasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan kinerja pegawai.
- Pengaruh kepuasan kerja dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan | Jurnal Manajemen... doi.org/10.28932/jmm.v20i1.3026Pengaruh kepuasan kerja dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan Jurnal Manajemen doi 10 28932 jmm v20i1 3026
- Pengaruh Komunikasi, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Angkasa Pura II... doi.org/10.30596/maneggio.v3i1.4834Pengaruh Komunikasi Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Angkasa Pura II doi 10 30596 maneggio v3i1 4834
- PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DEPARTEMEN PENGADAAN PT INALUM (Persero) |... doi.org/10.30596/liabilities.v3i1.4581PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DEPARTEMEN PENGADAAN PT INALUM Persero doi 10 30596 liabilities v3i1 4581
| File size | 480.35 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURUNSUR Penelitian ini mengungkap hubungan sebab akibat dari variabel budaya organisasi terhadap kinerja manajerial di dalam organisasi bisnis perdagangan eceran.Penelitian ini mengungkap hubungan sebab akibat dari variabel budaya organisasi terhadap kinerja manajerial di dalam organisasi bisnis perdagangan eceran.
UNSURUNSUR Hal ini terjadi apabila pihak analis menghendaki atau menilai faktor pembatasnya masih kurang. Dengan demikian hasil klasifikasi tersebut belum menjadiHal ini terjadi apabila pihak analis menghendaki atau menilai faktor pembatasnya masih kurang. Dengan demikian hasil klasifikasi tersebut belum menjadi
SEMINAR IDSEMINAR ID Dengan demikian, sanksi perpajakan berperan penting dalam mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak badan, sedangkan efektivitas Coretax sangat bergantungDengan demikian, sanksi perpajakan berperan penting dalam mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak badan, sedangkan efektivitas Coretax sangat bergantung
UPHUPH Kepuasan kerja muncul bukan hanya sebagai prediktor langsung paling kuat dari kinerja karyawan, tetapi juga sebagai kondisi batas yang meningkatkan efektivitasKepuasan kerja muncul bukan hanya sebagai prediktor langsung paling kuat dari kinerja karyawan, tetapi juga sebagai kondisi batas yang meningkatkan efektivitas
AN NADWAHAN NADWAH Selanjutnya, program pengembangan dan pelatihan yang dijalankan menerapkan pendekatan dual-track dan triple-track, di mana penguatan kompetensi teknisSelanjutnya, program pengembangan dan pelatihan yang dijalankan menerapkan pendekatan dual-track dan triple-track, di mana penguatan kompetensi teknis
UTUUTU Di sisi lain, variabel pemanfaatan dan variabel pengembangan keduanya menghasilkan nilai p sebesar 0,000. Hasil signifikan ini mengimplikasikan bahwa pemanfaatanDi sisi lain, variabel pemanfaatan dan variabel pengembangan keduanya menghasilkan nilai p sebesar 0,000. Hasil signifikan ini mengimplikasikan bahwa pemanfaatan
UACUAC Learning Organization di Amanatul Ummah meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui rekrutmen selektif, pelatihan kepemimpinan, dan integrasi kurikulumLearning Organization di Amanatul Ummah meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui rekrutmen selektif, pelatihan kepemimpinan, dan integrasi kurikulum
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Lubuklinggau yang terdiri dari 6 kelas dengan total 163 siswa, sedangkan sampel penelitianPopulasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Lubuklinggau yang terdiri dari 6 kelas dengan total 163 siswa, sedangkan sampel penelitian
Useful /
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Uji t‑test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: model NHT secara signifikan meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswaUji t‑test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: model NHT secara signifikan meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswa
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Permasalah tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan tentang teknologi informasi oleh peserta didik mapungurgu, kurangnya fasilitas yang dapat menunjangPermasalah tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan tentang teknologi informasi oleh peserta didik mapungurgu, kurangnya fasilitas yang dapat menunjang
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Sampel diperoleh melalui teknik simple random sampling pada kelas XI MIA 1. Instrumen berupa tes ujian esai materi gelombang diberikan dua kali, yaituSampel diperoleh melalui teknik simple random sampling pada kelas XI MIA 1. Instrumen berupa tes ujian esai materi gelombang diberikan dua kali, yaitu
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Kevalidan, kepraktisan, dan efek potensial e-modul tersebut menunjukkan bahwa siswa mampu memahami materi luas dan volume permukaan bangun ruang sisi datarKevalidan, kepraktisan, dan efek potensial e-modul tersebut menunjukkan bahwa siswa mampu memahami materi luas dan volume permukaan bangun ruang sisi datar