STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA

One moment, please...One moment, please...

Komentar netizen merupakan fenomena menarik dalam bidang bahasa. Ciri khas masyarakat Indonesia dengan keberagaman etnis, budaya, dan agama menjadi faktor yang menciptakan pandangan masyarakat yang beragam. Dengan keberagaman tersebut, hal ini menjadi nilai yang layak untuk dieksplorasi agar menjadi bahan penelitian dalam aspek linguistik, khususnya di bidang sikap bahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menarik kesimpulan tentang komentar netizen dari perspektif sikap bahasa terhadap satu media elektronik dalam bentuk media sosial, yaitu akun @narasi.tv, mengenai Pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2024‑2029. Metode yang digunakan adalah analisis dokumen dengan satu akun Instagram, yaitu @narasi.tv. Jumlah responden total 62 orang yang disebut komentar netizen. Hasilnya menunjukkan bahwa jenis sikap bahasa dengan peringkat tertinggi adalah bentuk sikap bahasa dalam bentuk sindiran, dengan persentase 39%. Peringkat kedua adalah jenis sikap bahasa dalam bentuk kritik dengan persentase 34%, kemudian jenis komentar kebencian dengan persentase 15%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa komentar netizen di media sosial mencerminkan dominasi sikap bahasa negatif, terutama melalui sindiran dan kritik yang merujuk pada isu politik.Hasil analisis menunjukkan bahwa netizen secara aktif menggunakan bahasa untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kebijakan dan sistem politik, dan sikap ini dipengaruhi oleh konteks sosial dan persepsi keberagaman.Oleh karena itu, penggunaan media sosial oleh netizen menjadi sarana penting untuk menyalurkan pandangan politik dan emosional secara terbuka, namun juga menimbulkan potensi konflik dan polarisasi di masyarakat.

Dalam mengembangkan penelitian ini, penting untuk menyelidiki bagaimana kebijakan regulasi media sosial dapat mempengaruhi frekuensi dan karakter komentar netizen, khususnya dalam konteks politik, karena regulasi dapat memperlambat atau mempercepat penyebaran informasi yang menimbulkan sindiran atau kritik. Penelitian selanjutnya juga dapat menilai dampak jangka panjang dari komentar negatif terhadap persepsi publik terhadap institusi demokrasi, sehingga dapat diarahkan pada upaya edukasi digital yang menumbuhkan rasa kritis dan konstruktif. Selain itu, pendekatan komparatif yang memaparkan perbedaan pola komentar antara platform media sosial dan media tradisional akan memperkaya pemahaman tentang pergeseran komunikasi politik di Indonesia, serta menyoroti peran media sebagai jembatan bagi dialog publik yang sehat.

  1. An Investigation into Netizen Comments on Indonesian Prominent Leaders’ Instagram Posts And Language... jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id/index.php/jeels/article/view/484An Investigation into Netizen Comments on Indonesian Prominent LeadersAo Instagram Posts And Language jurnalfaktarbiyah iainkediri ac index php jeels article view 484
  2. Analysis of the Agenda Setting Strategy Applied by Narasi TV’s Creative Team towards the 2024 Presidential... doi.org/10.11114/smc.v12i3.6861Analysis of the Agenda Setting Strategy Applied by Narasi TVAos Creative Team towards the 2024 Presidential doi 10 11114 smc v12i3 6861
Read online
File size4.11 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test