STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Farmasi Institut Helvetia Medan terhadap pembelajaran Bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris dianggap krusial bagi mahasiswa farmasi untuk bersaing di era global. Meskipun demikian, observasi awal menunjukkan adanya kendala berupa rendahnya motivasi dan kemampuan berbahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel penelitian adalah 125 mahasiswa Fakultas Farmasi yang telah mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persepsi mahasiswa berada pada kategori tinggi, dengan mean empirik 32,55 yang lebih besar dari mean hipotetik 25. Temuan ini didukung oleh analisis frekuensi yang menunjukkan bahwa mayoritas responden (88 orang) berada dalam kategori Tinggi. Namun, penelitian juga menemukan adanya polarisasi yang signifikan, di mana 77 responden memiliki persepsi Rendah. Polarisasi ini mengindikasikan bahwa pandangan siswa tidak sepenuhnya homogen. Persepsi ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan self-efficacy, serta faktor eksternal seperti metode pengajaran dan relevansi materi. Secara keseluruhan, meskipun persepsi cenderung positif, masih ada kelompok besar mahasiswa yang memerlukan perhatian khusus untuk meningkatkan pandangan mereka terhadap pembelajaran Bahasa Inggris.

Dengan demikian, meskipun persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah Bahasa Inggris cenderung baik, namun pihak sekolah, khususnya para guru, perlu merancang strategi yang dapat memenuhi kedua kelompok.Untuk mahasiswa dengan persepsi rendah, diperlukan intervensi khusus dan pendekatan yang lebih personal untuk meningkatkan motivasi dan pandangan mereka.Sementara itu, untuk kelompok yang sudah memiliki persepsi tinggi, guru dapat memberikan tantangan yang lebih besar agar semangat mereka dalam mata kuliah Bahasa Inggris terus dipertahankan dan dikembangkan.

Penelitian lanjutan perlu mengembangkan model intervensi yang mempertimbangkan faktor internal motivasi dan self-efficacy guna meningkatkan persepsi mahasiswa farmasi dengan tingkat rendah, mengingat faktor ini menjadi penghalang utama dalam kesuksesan pembelajaran bahasa Inggris. Selanjutnya, perlu diteliti strategi pembelajaran yang memberikan tantangan berkelanjutan bagi kelompok dengan persepsi tinggi agar potensi bahasa Inggris dapat dikembangkan optimal melalui materi yang lebih kompleks dan kontekstual terkait farmasi. Dalam rangka mengatasi polarisasi, disarankan dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh faktor eksternal seperti metode pengajaran dan relevansi materi terhadap persepsi mahasiswa melalui pendekatan kualitatif, sehingga dapat diketahui pengalaman dan persepsi subjektif mahasiswa untuk merancang intervensi tepat sasaran.

Read online
File size293.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test