STIMLASHARANJAYASTIMLASHARANJAYA

Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan BisnisJurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat stres kerja antara karyawan wanita dan pria di PT. Ciomas Adisatwa Pabelan unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 60 responden, terdiri dari 21 wanita dan 39 pria. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, normalitas, dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat stres kerja antara karyawan wanita dan pria. Stres kerja pada pria cenderung lebih tinggi dibandingkan wanita. Temuan ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa wanita lebih rentan mengalami stres kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa gender mungkin bukan satu-satunya penentu tingkat stres kerja, dan faktor-faktor lain seperti jenis pekerjaan dan budaya organisasi perlu dipertimbangkan dalam penelitian selanjutnya. Selain itu, faktor biologis, psikologis, dan sosial-budaya juga harus diperhitungkan dalam penanganan stres kerja di tempat kerja.

Tidak adanya perbedaan signifikan dalam stres kerja antara wanita dan pria mencerminkan perubahan positif dalam kesetaraan di tempat kerja dan masyarakat.Namun, ini juga menunjukkan bahwa stres kerja adalah masalah universal yang memerlukan pendekatan holistik dan individual, terlepas dari gender.Pemahaman tentang stres kerja ini penting untuk pengembangan strategi manajemen stres yang efektif dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.Secara keseluruhan, temuan ini menekankan pentingnya pendekatan yang berbeda dalam manajemen stres kerja antara wanita dan pria.Perusahaan disarankan untuk merancang program pengelolaan stres dan memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.Misalnya, menyediakan fasilitas dukungan emosional dan program keseimbangan kerja-hidup yang lebih baik untuk wanita, serta pelatihan manajemen stres dan keterampilan coping untuk pria.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain selain gender yang dapat mempengaruhi stres kerja, seperti jenis pekerjaan, budaya organisasi, dan faktor biologis, psikologis, dan sosial-budaya. Penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja dengan faktor-faktor tersebut dan bagaimana mereka saling berinteraksi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi stres kerja, baik untuk pria maupun wanita, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik individu masing-masing. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dukungan sosial dan jaringan dukungan dalam mengurangi stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dengan memahami faktor-faktor ini secara lebih mendalam, penelitian dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar dalam pengembangan strategi manajemen stres yang holistik dan inklusif di tempat kerja.

Read online
File size184.83 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test