MITRAHUSADAMITRAHUSADA
Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery JournalLatar belakang: Status gizi merupakan indikator kesehatan anak. Di Indonesia prevalensi gizi kurang mencapai 19,6 %, yang terdiri dari gizi buruk 5,7 % dan gizi kurang 13,9 %. Pemberian ASI eksklusif mempengaruhi status gizi balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pola pemberian MP‑ASI dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sukamulya, Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Metode: studi analitik observasional cross‑sectional pada Januari 2026 dengan sampel 91 ibu balita menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi‑Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian MP‑ASI (jenis dan frekuensi) dengan status gizi balita (p < 0,05). Waktu awal pemberian MP‑ASI tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian MP‑ASI dengan status gizi balita; upaya peningkatan edukasi orang tua diperlukan untuk meningkatkan status gizi balita.
Terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian MP‑ASI (jenis dan frekuensi) dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sukamulya.Balita yang menerima pola pemberian yang kurang tepat waktu memiliki peluang tiga kali lebih besar mengalami gizi kurang.Upaya peningkatan edukasi orang tua tentang pemberian MP‑ASI yang tepat perlu dilaksanakan untuk memperbaiki status gizi balita.
Sebuah penelitian longitudinal perlu dilakukan untuk mengamati perubahan status gizi balita setelah intervensi edukasi pemberian MP‑ASI, guna menilai efektivitas jangka panjang program kesehatan masyarakat. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh aksesibilitas dan ketahanan pangan lokal terhadap kualitas MP‑ASI, sehingga kebijakan distribusi bahan makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi balita. Selain itu, penelitian kuantitatif eksperimental berkelanjutan dapat menilai dampak penggunaan media digital (mobile health) dalam meningkatkan pemahaman dan praktik orang tua mengenai pola pemberian MP‑ASI, dengan membandingkan kelompok kontrol dan intervensi digital.
| File size | 332.04 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ILININSTITUTEILININSTITUTE Program ini menggunakan Problem-Solving Approach (PSA) dan dievaluasi melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) menggunakan survei quick count dan diskusiProgram ini menggunakan Problem-Solving Approach (PSA) dan dievaluasi melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) menggunakan survei quick count dan diskusi
UMSUMS Kelembagaan desa diperkuat melalui pembentukan Pondok Gizi, sementara PKD berperan dalam edukasi gizi, deteksi dini stunting, dan penggunaan alat peragaKelembagaan desa diperkuat melalui pembentukan Pondok Gizi, sementara PKD berperan dalam edukasi gizi, deteksi dini stunting, dan penggunaan alat peraga
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG This study shows that the use of local supplementary food can be an effective method to prevent malnutrition in children. To ensure that similar programsThis study shows that the use of local supplementary food can be an effective method to prevent malnutrition in children. To ensure that similar programs
UMSUMS Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi microtoise, wawancara dengan kuesioner, lembar SQ-FFQ (Semi QuantitativeTeknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi microtoise, wawancara dengan kuesioner, lembar SQ-FFQ (Semi Quantitative
UWKSUWKS Karsem Laundry, sebagai studi kasus, masih menerapkan metode pencatatan manual untuk pengelolaan pesanan, keuangan, dan komunikasi pelanggan, yang seringkaliKarsem Laundry, sebagai studi kasus, masih menerapkan metode pencatatan manual untuk pengelolaan pesanan, keuangan, dan komunikasi pelanggan, yang seringkali
ILININSTITUTEILININSTITUTE Penguatan kelembagaan kelompok tani ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Participatory Rural Communication Appraisal (PRCA).Penguatan kelembagaan kelompok tani ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Participatory Rural Communication Appraisal (PRCA).
UMITRAUMITRA Formulasi pembuatan brownies terbagi menjadi brownies tepung oncom dan terigu dengan tingkat perbandingan tepung oncom hitam dan tepung terigu yaitu F1Formulasi pembuatan brownies terbagi menjadi brownies tepung oncom dan terigu dengan tingkat perbandingan tepung oncom hitam dan tepung terigu yaitu F1
JQWHJQWH Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tata laksana induksi (oksitosin drip) bahwa setengahnya yakni 15Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tata laksana induksi (oksitosin drip) bahwa setengahnya yakni 15
Useful /
UNP KEDIRIUNP KEDIRI Mayoritas durasi sesi dialokasikan pada Zone 3 (38,2 ± 6,1 %) dan Zone 4 (18,4 ± 4,7 %). Waktu yang dihabiskan di Zone 3–5 merupakanMayoritas durasi sesi dialokasikan pada Zone 3 (38,2 ± 6,1 %) dan Zone 4 (18,4 ± 4,7 %). Waktu yang dihabiskan di Zone 3–5 merupakan
JQWHJQWH Berdasarkan data BKKBN, pemakaian IUD di Indonesia cenderung menurun, yaitu 7,4% tahun 2003 dan mengalami penurunan tahun 2009 yaitu 4,5%. Sempat mengalamiBerdasarkan data BKKBN, pemakaian IUD di Indonesia cenderung menurun, yaitu 7,4% tahun 2003 dan mengalami penurunan tahun 2009 yaitu 4,5%. Sempat mengalami
JQWHJQWH Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah padaPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pada
JQWHJQWH Indonesia merupakan daerah rawan penyakit menular dan infeksius yang dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan Imunisasi pada anak di Indonesia masih tergolongIndonesia merupakan daerah rawan penyakit menular dan infeksius yang dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan Imunisasi pada anak di Indonesia masih tergolong