UNRAMUNRAM
PROGRES PENDIDIKANPROGRES PENDIDIKANPembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kesadaran siswa terhadap norma dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi mendasar dalam Pendidikan Pancasila adalah hak dan kewajiban yang menjadi landasan pembentukan sikap tanggung jawab dan kepatuhan siswa. Namun, dalam praktik pembelajaran, pemahaman siswa mengenai hak dan kewajiban masih tergolong rendah. Banyak siswa belum mampu membedakan kedua konsep tersebut, kurang fokus saat pembelajaran berlangsung, serta mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi contoh perilaku yang termasuk hak atau kewajiban. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran konkret yang mampu membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman nyata.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerapan Kartu Aksi Hak dan Kewajiban (KAHK) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa kelas VI SD Pancasila, dapat disimpulkan bahwa model dan media pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep hak dan kewajiban.Pembelajaran yang mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mampu mengatasi berbagai kendala yang sebelumnya muncul dalam proses belajar, seperti rendahnya fokus belajar, kesulitan membedakan hak dan kewajiban, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi.Penerapan KAHK berbasis CTL memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna melalui kegiatan mengamati situasi nyata, mengelompokkan tindakan, berdiskusi, dan melakukan refleksi.Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif siswa, tetapi juga mengembangkan sikap tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap aturan sekolah.Temuan ini menegaskan bahwa media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari berperan penting dalam Pendidikan Pancasila karena mampu memfasilitasi internalisasi nilai secara lebih mendalam.Respons siswa terhadap penggunaan KAHK menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi, perhatian, dan antusiasme selama pembelajaran.Siswa mampu memberikan alasan logis dalam menentukan hak dan kewajiban serta menunjukkan perubahan perilaku setelah pembelajaran.Keberhasilan ini juga didukung oleh kesesuaian media dengan karakteristik belajar siswa serta kemampuan guru dalam mengelola kelas secara efektif.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak jangka panjang dari penerapan KAHK berbasis CTL terhadap pemahaman dan perilaku siswa dalam jangka waktu yang lebih lama. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas KAHK dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep lain dalam Pendidikan Pancasila, seperti demokrasi, toleransi, dan keadilan sosial. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak KAHK terhadap pengembangan karakter siswa, khususnya dalam hal tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan media pembelajaran konkret dalam Pendidikan Pancasila dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar.
- The Effect of Contextual Teaching and Learning (CTL) Model on Civics Learning Outcomes of Elementary... doi.org/10.35719/educare.v4i1.198The Effect of Contextual Teaching and Learning CTL Model on Civics Learning Outcomes of Elementary doi 10 35719 educare v4i1 198
- IMPLEMENTASI MODEL CTL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN MATERI HAM DI KELAS... doi.org/10.33366/ilg.v8i1.6804IMPLEMENTASI MODEL CTL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN MATERI HAM DI KELAS doi 10 33366 ilg v8i1 6804
| File size | 298.89 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSUNAUINSUNA Respons siswa terhadap pembelajaran juga sangat positif, meningkat dari 63% yang merasa kurang tertarik sebelumnya menjadi 93% yang merasa lebih tertarikRespons siswa terhadap pembelajaran juga sangat positif, meningkat dari 63% yang merasa kurang tertarik sebelumnya menjadi 93% yang merasa lebih tertarik
EDUPEDEDUPED Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PjBL terintegrasi STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. PenelitianDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PjBL terintegrasi STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian
UNESAUNESA Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Peminatan Informatika di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dengan jumlah sampel 32 siswa. Metode yang digunakan adalahSubjek penelitian adalah siswa kelas XI Peminatan Informatika di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dengan jumlah sampel 32 siswa. Metode yang digunakan adalah
UNESAUNESA Data hasil validasi RPP, Materi, Soal dan Media menunjukkan tingkat kevalidan secara berturut-turut yaitu dari 86%, 85%, 85%, 82%. Hasil menggunakan UjiData hasil validasi RPP, Materi, Soal dan Media menunjukkan tingkat kevalidan secara berturut-turut yaitu dari 86%, 85%, 85%, 82%. Hasil menggunakan Uji
ISI DPSISI DPS Metode pelaksanaan kegiatan ini mengadaptasi model pembelajaran Project Based Learning, di mana siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Mengwi diberikan kebebasanMetode pelaksanaan kegiatan ini mengadaptasi model pembelajaran Project Based Learning, di mana siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Mengwi diberikan kebebasan
UNISMUHUNISMUH SPADA yang akan dikembangkan merupakan aplikasi yang dimiliki oleh Universitas Wijaya Putra yang beralamatkan pada spada. uwp. ac.id. Perpaduan antaraSPADA yang akan dikembangkan merupakan aplikasi yang dimiliki oleh Universitas Wijaya Putra yang beralamatkan pada spada. uwp. ac.id. Perpaduan antara
UNKRISWINAUNKRISWINA Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus tiga sesi. Siklus pertama dilaksanakan pertemuan sebanyakJenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus tiga sesi. Siklus pertama dilaksanakan pertemuan sebanyak
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas 8A SMP Negeri 1 Brondong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanaPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas 8A SMP Negeri 1 Brondong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
Useful /
UNRAMUNRAM Faktor lain yang mempengaruhi adalah rendahnya motivasi siswa, kemampuan individual siswa, dan keterbatasan dalam mengaitkan soal dengan konteks kehidupanFaktor lain yang mempengaruhi adalah rendahnya motivasi siswa, kemampuan individual siswa, dan keterbatasan dalam mengaitkan soal dengan konteks kehidupan
UNRAMUNRAM Instrumen evaluasi meliputi ujian lisan, tugas, dan portofolio, dan turut menilai karakter serta kesadaran multikultural siswa. Hasilnya menegaskan bahwaInstrumen evaluasi meliputi ujian lisan, tugas, dan portofolio, dan turut menilai karakter serta kesadaran multikultural siswa. Hasilnya menegaskan bahwa
UNRAMUNRAM Metode penelitian R&D teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 33 siswa kelas IV, yaituMetode penelitian R&D teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 33 siswa kelas IV, yaitu
UINMADURAUINMADURA Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa bisnis MLM HPAI bebas dari unsur money game, strategi pemasaran dan pemberian testimoni produk secara garisBerdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa bisnis MLM HPAI bebas dari unsur money game, strategi pemasaran dan pemberian testimoni produk secara garis