EKASAKTIEKASAKTI
UNES Journal of EducationUNES Journal of EducationPemerintah Kota Bukittinggi telah melaksanakan pendidikan karakter pada tingkat pendidikan dasar dan menengah terutama pada SMA Negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pendidikan karakter terhadap perubahan perilaku siswa SMA Negeri di Kota Bukittinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar di kelas 2 SMA Negeri di Kota Bukittinggi sejumlah 142 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Solvin, dan dari hasil perhitungan diperoleh sampel sebesar 105 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Dari hasil analisis data diperoleh (1) tingkat religius siswa terhadap perubahan perilaku masih termasuk cukup baik yaitu sebesar 65,08%, (2) tingkat kejujuran siswa masih dapat dikatakan cukup baik karena hanya sebesar 73,17%, (3) tingkat disiplin siswa tergolong tinggi karena mencapai 93,33%, (4) tingkat kebersahabatan siswa termasuk dalam kategori tinggi karena mencapai 90,20%, (5) tingkat kemandirian siswa terhadap perubahan perilaku masih termasuk dalam kategori cukup baik yaitu mencapai 78,57%, (6) tingkat tanggung jawab siswa termasuk dalam kategori baik karena mencapai 87,37%, dan (7) tingkat kreativitas siswa masih termasuk dalam kategori rendah karena hanya mencapai 46,67%.
Pelaksanaan pendidikan karakter di SMAN di Bukittinggi belum efektif dan masih perlu ditingkatkan.Dari tujuh indikator pelaksanaan pendidikan karakter hanya tiga indikator yang berhasil melampaui tingkat keberhasilan 85% yaitu indikator kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersahabatan, sedangkan empat indikator lainnya masih berada di bawah 85%.Keempat indikator tersebut adalah religius, kreativitas, kejujuran, dan kemandirian.
Berdasarkan temuan, disarankan agar Kepala Sekolah meningkatkan partisipasi dan pelibatan seluruh guru dalam program pembangunan karakter, terutama di bidang kejujuran dan kemandirian. Selain itu, perlu dibuat peraturan sekolah yang mendorong praktik sholat jamaah di waktu dhuha guna meningkatkan nilai religius siswa. Akhirnya, Direktorat Pendidikan dan Kepala Sekolah sebaiknya merancang ruang kreatif atau kantin kreatif untuk memfasilitasi peningkatan kreativitas siswa, sehingga ketiga indikator utama (kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersahabatan) dapat mempertahankan maupun meningkat ke atas ambang 85%.
| File size | 606.17 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa wawancara dengan kepala sekolah, wakil kesiswaan, guru agama, guruPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa wawancara dengan kepala sekolah, wakil kesiswaan, guru agama, guru
POLTESAPOLTESA Dampak positif dari perkembangan IPTEK dan globalisasi tersebut adalah terbukanya peluang pasar kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan negara. SedangkanDampak positif dari perkembangan IPTEK dan globalisasi tersebut adalah terbukanya peluang pasar kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan negara. Sedangkan
PBSI UPRPBSI UPR Program penguatan edukasi bahasa Indonesia di SDN 02 Simalanggang berhasil memenuhi sasaran utama, yaitu meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak negatifProgram penguatan edukasi bahasa Indonesia di SDN 02 Simalanggang berhasil memenuhi sasaran utama, yaitu meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak negatif
STAIBANISALEHSTAIBANISALEH Penelitian ini menganalisis implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (P7KAIH) dalam membangun karakter disiplin siswa di SD RawateratePenelitian ini menganalisis implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (P7KAIH) dalam membangun karakter disiplin siswa di SD Rawaterate
IAIN BONEIAIN BONE Untuk mengatasinya, sekolah menerapkan beberapa strategi peningkatan, seperti menyamakan pemahaman di antara para pendidik, pendekatan personal dari waliUntuk mengatasinya, sekolah menerapkan beberapa strategi peningkatan, seperti menyamakan pemahaman di antara para pendidik, pendekatan personal dari wali
UPUP Sebanyak 31 siswa menjadi responden dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 64,27% sebelum penyuluhanSebanyak 31 siswa menjadi responden dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 64,27% sebelum penyuluhan
STAITTDSTAITTD Kurikulum yang disusun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terbukti mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih terarah danKurikulum yang disusun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terbukti mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih terarah dan
UNIBIUNIBI Disamping itu SMK Bakti Nusantara 666 memiliki 950 siswa yang terbagi atas lima program keahlian, sehingga membutuhkan pemantauan atau pembinaan yang lebihDisamping itu SMK Bakti Nusantara 666 memiliki 950 siswa yang terbagi atas lima program keahlian, sehingga membutuhkan pemantauan atau pembinaan yang lebih
Useful /
STAITTDSTAITTD Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed-methods, yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melaluiMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed-methods, yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui
UNRAMUNRAM Dampak dari penelitian ini adalah bahwa manajemen kepemimpinan kepala sekolah di era digitalisasi mampu mengembangkan visi, misi, dan tujuan sekolah melaluiDampak dari penelitian ini adalah bahwa manajemen kepemimpinan kepala sekolah di era digitalisasi mampu mengembangkan visi, misi, dan tujuan sekolah melalui
STAITTDSTAITTD pengenalan konsep belajar efektif, penekanan pada motivasi belajar, dan penerapan ilmu yang dipelajari. Hasil observasi menunjukkan peningkatan antusiasmepengenalan konsep belajar efektif, penekanan pada motivasi belajar, dan penerapan ilmu yang dipelajari. Hasil observasi menunjukkan peningkatan antusiasme
EKASAKTIEKASAKTI Penelitian ini menggunakan model penilaian context, input, dan prosess (CIPP) oleh Stufflebeam et al. 1971. Populasi dalam penelitian adalah alumni programPenelitian ini menggunakan model penilaian context, input, dan prosess (CIPP) oleh Stufflebeam et al. 1971. Populasi dalam penelitian adalah alumni program