UMUM

Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi PendidikanEdcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kebutuhan pebelajar Bahasa Inggris di Indonesia terhadap aspek pelafalan sebagai tolak ukur pengembangan perangkat lunak pembelajaran pelafalan Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang mengkaji dan mengamati penelitian-penelitian terdahulu mengenai permasalahan pelafalan yang dialami pebelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil kajian literatur menunjukkan masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan pelafalan yang cenderung terjadi karena absensi dari bunyi Bahasa Inggris dalam Bahasa Ibunya. Hal tersebut juga menghasilkan beberapa pola kesalahan yang dialami para pebelajar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pebelajar EFL membutuhkan perangkat lunak pembantu untuk mengatasi permasalahan pelafalan Bahasa Inggris yang dapat mendeskripsikan kecenderungan kesalahan pelafalan serta aspek segmental tiap bunyi bahasa Inggris.

Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan pebelajar EFL di Indonesia dalam mengatasi permasalahan pelafalan Bahasa Inggris secara fonetis, terutama pada bunyi konsonan dan vokal yang tidak tersedia dalam Bahasa Indonesia.Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing sering dilakukan secara mandiri, sehingga perlunya perangkat lunak pendukung yang dapat diakses kapan saja.Perangkat lunak berbasis ponsel pintar yang menyediakan fitur audio dan visual secara detail dianggap mampu menjadi solusi efektif untuk membantu pelafalan yang lebih akurat sesuai kaidah fonologi Bahasa Inggris.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas aplikasi pelafalan berbasis mobile yang menampilkan visualisasi gerak artikulator (seperti lidah dan bibir) secara animasi 3D, untuk membantu pebelajar memahami perbedaan posisi pelafalan bunyi yang tidak ada di Bahasa Indonesia. Kedua, perlu diteliti bagaimana adaptasi aplikasi tersebut untuk berbagai dialek lokal di Indonesia, mengingat variasi bahasa ibu dapat memengaruhi jenis kesalahan pelafalan yang muncul pada tiap daerah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi integrasi fitur penilaian otomatis berbasis kecerdasan buatan yang mampu memberikan umpan balik instan terhadap pelafalan pengguna, sehingga pembelajaran mandiri menjadi lebih interaktif dan terarah. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dalam menciptakan solusi teknologi yang personal, akurat, dan mudah diakses oleh pebelajar EFL di seluruh Indonesia.

  1. Chinese Learners’ Pronunciation Problems and Listening Difficulties in English Connected Speech... ccsenet.org/journal/index.php/ass/article/view/49977Chinese LearnersAo Pronunciation Problems and Listening Difficulties in English Connected Speech ccsenet journal index php ass article view 49977
  2. Analisis Kebutuhan Pengembangan Perangkat Lunak Pada Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Mengatasi Masalah... journal2.um.ac.id/index.php/edcomtech/article/view/16670Analisis Kebutuhan Pengembangan Perangkat Lunak Pada Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Mengatasi Masalah journal2 um ac index php edcomtech article view 16670
  3. Correction: The Critical Period Hypothesis in Second Language Acquisition: A Statistical Critique and... doi.org/10.1371/journal.pone.0102922Correction The Critical Period Hypothesis in Second Language Acquisition A Statistical Critique and doi 10 1371 journal pone 0102922
  4. MODEL NATIVIS LANGUAGE ACQUISITION DEVICE (SEBUAH TEORI PEMEROLEHAN BAHASA) | Hasanah | LiNGUA: Jurnal... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/humbud/article/view/549MODEL NATIVIS LANGUAGE ACQUISITION DEVICE SEBUAH TEORI PEMEROLEHAN BAHASA Hasanah LiNGUA Jurnal ejournal uin malang ac index php humbud article view 549
Read online
File size790.74 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test