STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI

Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan HaditsAl-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits

Penelitian ini mengkaji makna ayat Al-Quran tentang gunung sebagai pasak (rawāsiya/awtād) dalam Q.S. An-Naba ayat 7 melalui pendekatan tafsir ilmiah dan perspektif geologi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menjembatani pemahaman antara teks-teks keagamaan dengan temuan ilmiah modern, khususnya dalam ilmu kebumian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan tafsir ilmiah, serta analisis data geologi terkini mengenai struktur dan fungsi gunung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran klasik memahami gunung sebagai penyeimbang bumi secara simbolik maupun fungsional. Sementara itu, kajian geologi modern menjelaskan bahwa gunung terbentuk melalui proses tektonik dan berperan dalam menstabilkan kerak bumi serta meredam gaya horizontal lempeng tektonik. Dengan demikian, istilah “pasak yang digunakan dalam Al-Quran menunjukkan kesesuaian makna secara konseptual dengan fungsi geologis gunung dalam menopang kestabilan litosfer. Temuan ini menunjukkan adanya harmoni antara teks wahyu dan ilmu pengetahuan, serta membuka ruang dialog antara sains dan tafsir Al-Quran. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pendekatan ilmiah terhadap ayat-ayat kauniyyah dapat memperkaya pemahaman keislaman secara rasional dan kontekstual.

Penelitian ini menegaskan bahwa konsep gunung sebagai pasak dalam Q.An-Naba ayat 7 memiliki dasar teologis dan linguistik yang kuat dalam tafsir klasik, serta didukung oleh temuan geologi modern yang menjelaskan peran gunung dalam menstabilkan kerak bumi melalui struktur akarnya yang dalam.Integrasi antara tafsir ilmiah dan data geologi menunjukkan bahwa gunung tidak hanya memiliki makna simbolik, tetapi juga berfungsi krusial sebagai pengatur keseimbangan geodinamika bumi, meredam gaya lempeng tektonik, dan menjaga kestabilan topografi.Dengan demikian, Al-Quran terbukti selaras dengan ilmu pengetahuan, berfungsi sebagai sumber inspirasi untuk eksplorasi ilmiah lebih lanjut terhadap ayat-ayat kauniyah, dan mendorong kesadaran akan tanggung jawab manusia dalam pelestarian alam melalui pendekatan interdisipliner.

Penelitian ini, yang mengaitkan konsep gunung sebagai pasak dalam Al-Quran dengan perspektif geologi, telah membuka peluang besar untuk eksplorasi ilmiah lebih lanjut terhadap ayat-ayat kauniyah. Pertama, disarankan untuk memperluas kajian interdisipliner ini ke fenomena alam lain yang disebutkan dalam Al-Quran, seperti siklus air, pembentukan awan, atau kejadian astronomi, untuk mengidentifikasi potensi keselarasan dengan penemuan sains modern. Hal ini akan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana wahyu Ilahi dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai disiplin, bukan hanya geologi. Kedua, penting untuk mengembangkan dan menyempurnakan metodologi tafsir ilmiah agar lebih kokoh dan adaptif terhadap dinamika teori sains. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada perumusan kerangka kerja yang mampu mengintegrasikan ilmu tafsir dengan filsafat ilmu dan epistemologi secara hati-hati, sehingga interpretasi ilmiah Al-Quran tetap valid dan tidak terjebak dalam penyesuaian paksa. Terakhir, perlu juga dilakukan studi untuk mengukur dampak sosial dari pemahaman harmonisasi antara Al-Quran dan sains. Bagaimana pemahaman ini memengaruhi kesadaran ekologis masyarakat, terutama orang awam, serta sejauh mana ia mendorong mereka untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan? Menganalisis respon publik terhadap keterkaitan agama dan sains akan membantu membentuk strategi komunikasi yang lebih efektif untuk membangun kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab manusia sebagai penjaga alam.

  1. Geology and the Sustainable Development Goals. geology sustainable development goals aims scope editorial... episodes.org/journal/view.html?doi=10.18814/epiiugs/2017/v40i1/017010Geology and the Sustainable Development Goals geology sustainable development goals aims scope editorial episodes journal view html doi 10 18814 epiiugs 2017 v40i1 017010
  2. BERGERAK DAN DIAMNYA GUNUNG DALAM AL-QUR'AN MENURUT FAKHR AL-DIN AL-RAZI | Al Muhafidz: Jurnal Ilmu... ejournal.stiq-almultazam.id/index.php/muhafidz/article/view/39BERGERAK DAN DIAMNYA GUNUNG DALAM AL QURAN MENURUT FAKHR AL DIN AL RAZI Al Muhafidz Jurnal Ilmu ejournal stiq almultazam index php muhafidz article view 39
  3. GUNUNG DALAM TAFSIR ILMI (ANALISIS MELALUI PENDEKATAN GEOGRAFI) | Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an... journal.uiad.ac.id/index.php/al-mubarak/article/view/3283GUNUNG DALAM TAFSIR ILMI ANALISIS MELALUI PENDEKATAN GEOGRAFI Jurnal Al Mubarak Jurnal Kajian Al Quran journal uiad ac index php al mubarak article view 3283
  4. Penafsiran Ilmiah Ayat Al-Qur’an Tentang Gunung Sebagai Pasak: Perspektif Geologi pada Q.S. An-Naba’... doi.org/10.35931/am.v4i1.5031Penafsiran Ilmiah Ayat Al QurAoan Tentang Gunung Sebagai Pasak Perspektif Geologi pada Q S An NabaAo doi 10 35931 am v4i1 5031
Read online
File size440.47 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test