STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG
JAS MERAH: Jurnal Hukum dan Ahwal al-SyakhsiyyahJAS MERAH: Jurnal Hukum dan Ahwal al-SyakhsiyyahWasiat wajibah adalah wasiat yang pelaksanaannya tidak dipengaruhi atau tidak bergantung kepada kemauan atau kehendak yang meninggal dunia dan harus dilaksanakan. Ketentuan wasiat wajibah merupakan hasil ijtihad para ulama dalam menafsirkan ayat 180 surat al-Baqarah. Sebagian ulama membolehkan dan sebagian lagi melarangnya. Berdasarkan hadits tentang wasiat, Nabi SAW bersabda bahwa wasiat dapat diberikan kepada para fakir dan kerabat. Rasulullah SAW membatasi wasiat sejauh membolehkan bukan wajib. Jika para ahli waris kaya, shadaqah dianjurkan berbeda dengan penyelesaian hutang dan zakat. Dalam perspektif fiqh, ulama Malik menekankan wasiat wajib kepada orang yang memiliki tanggungan hutang atau titipan barang. Ulama Hanafi menekankan bahwa wasiat wajib untuk mengembalikan barang titipan dan hutang yang tidak diketahui dokumentasinya. Wasiat yang ditujukan kepada ahli waris tidak wajib tetapi mustahabbah jika mendapat izin. Di Indonesia, wasiat wajibah merupakan perpaduan hukum Islam, hukum BW, dan hukum adat. Penetapan wasiat wajibah berfungsi bagi anak angkat dan keluarga angkat yang tidak mendapatkan bagian dalam waris.
Wasiat wajibah dirancang untuk menyeimbangkan keadilan dalam distribusi harta waris dengan memberi hak kepada ahli waris dan keluarga angkat yang tidak memperoleh bagian.Penerapan wasiat wajibah dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga yang tidak mendapat bagian secara adil.Dengan memperkenalkan wasiat wajibah, masyarakat diharapkan dapat melihat distribusi warisan yang lebih proporsional.
Pengembangan penelitian lanjut dapat mempelajari bagaimana penerapan wasiat wajibah dipraktikkan di pengadilan agama di berbagai daerah, serta implikasinya terhadap penyelesaian sengketa waris, sehingga dapat dimodelkan pedoman operasional. Penelitian dapat menilai dampak sosial‑ekonomi dari wasiat wajibah terhadap keluarga angkat, termasuk perubahan status ekonomi dan kesejahteraan anggota keluarga yang sebelumnya tidak diberi hak waris; hal ini akan membantu mengidentifikasi apakah wasiat wajibah benar‑benar meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, studi perbandingan interpretasi hadits tentang wasiat wajibah antara pesantren dan lembaga keagamaan di wilayah berbeda dapat mengungkap keberagaman pendapat, yang dapat menjadi dasar untuk menyusun pedoman hukum yang lebih fleksibel dan dapat diterapkan secara nasional.
| File size | 694.26 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIKUSTAIKU Studi ini menunjukkan bahwa kerangka PEACE-D maju dalam teori kurikulum dengan mengintegrasikan rasional Tyler dengan dimensi budaya dan etika yang spesifikStudi ini menunjukkan bahwa kerangka PEACE-D maju dalam teori kurikulum dengan mengintegrasikan rasional Tyler dengan dimensi budaya dan etika yang spesifik
STAIKUSTAIKU Penelitian ini menyelidiki enam dimensi evolusi hukum: asumsi filosofis, perancangan ulang sistem paten, penyebab historis dan politik, implikasi normatifPenelitian ini menyelidiki enam dimensi evolusi hukum: asumsi filosofis, perancangan ulang sistem paten, penyebab historis dan politik, implikasi normatif
PENACCELERATIONPENACCELERATION Temuan ini menyiratkan bahwa pendekatan Islam lebih komprehensif karena mampu menyeimbangkan hak individu dengan tanggung jawab sosial. Kajian ini menunjukkanTemuan ini menyiratkan bahwa pendekatan Islam lebih komprehensif karena mampu menyeimbangkan hak individu dengan tanggung jawab sosial. Kajian ini menunjukkan
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Optimalisasi Kampung Zakat di Besole Tulungagung memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan sosial masyarakat melaluiOptimalisasi Kampung Zakat di Besole Tulungagung memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan sosial masyarakat melalui
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan Teknik Partial Least Square (PLS) yaitu Uji Outer Loading, Uji Inner Loading. Hasil penelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan Teknik Partial Least Square (PLS) yaitu Uji Outer Loading, Uji Inner Loading. Hasil penelitian
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan mengacu pada maqashid syariah ImamData dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan mengacu pada maqashid syariah Imam
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Hukum positif mengatur harta perkawinan secara lebih terperinci dibanding hukum Islam, mencakup percampuran kekayaan dan perjanjian perkawinan yang sah.Hukum positif mengatur harta perkawinan secara lebih terperinci dibanding hukum Islam, mencakup percampuran kekayaan dan perjanjian perkawinan yang sah.
UINMADURAUINMADURA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pendayagunaan zakat produktif yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Bengkulu Selatan dan untuk mengetahuiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pendayagunaan zakat produktif yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Bengkulu Selatan dan untuk mengetahui
Useful /
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 105 UMKM kuliner sebagai responden yang telah memilikiPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 105 UMKM kuliner sebagai responden yang telah memiliki
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Artikel ini berupaya untuk mengungkap secara sistematis tokoh Maqashid Modern dan Kontemporer dalam pemikiran tokoh menggunakan pertimbangan-pertimbanganArtikel ini berupaya untuk mengungkap secara sistematis tokoh Maqashid Modern dan Kontemporer dalam pemikiran tokoh menggunakan pertimbangan-pertimbangan
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Sedangkan dalam KHI berpendapat bahwa hukumnya adalah sah menikahi wanita hamil akibat zina bila yang menikahinya adalah lelaki yang menghamilinya. Namun,Sedangkan dalam KHI berpendapat bahwa hukumnya adalah sah menikahi wanita hamil akibat zina bila yang menikahinya adalah lelaki yang menghamilinya. Namun,
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Salah satu alasan pengenganan wali dalam menikahkan anaknya sesuai pilihannya sendiri adalah kurangnya kesetaraan atau tidak kafaah antara anak denganSalah satu alasan pengenganan wali dalam menikahkan anaknya sesuai pilihannya sendiri adalah kurangnya kesetaraan atau tidak kafaah antara anak dengan