UGMUGM

PCD JournalPCD Journal

Kontestasi elektoral di tingkat desa telah menjadi fenomena yang terisolasi dalam studi sosial dan politik. Sebagian besar penelitian telah berfokus pada pemilihan eksekutif dan legislatif lokal, serta representasi politik yang terlibat. Artikel ini, sebaliknya, melihat ke tingkat desa, memeriksa representasi politik yang terlibat dalam pemilihan kepala desa Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Metode penelitian kualitatif (wawancara, observasi langsung) dilakukan sebelum, selama, dan setelah pemilihan. Studi ini menemukan bahwa munculnya kedua calon dapat ditelusuri dari berbagai faktor dan kecenderungan, dan bahwa model representasi politik di tingkat kepala desa (eksekutif) serupa dengan yang ada di legislatif.

Studi ini tentang calon kepala desa di Desa Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada tahun 2018 telah mengidentifikasi dua model representasi politik.Satu calon, Agus Purnomo, mengandalkan agama (identitas sosial) sebagai dasar representasi politiknya.Hal ini dapat dilihat, misalnya, dari latar belakang agamanya dan fakta bahwa dia dipilih oleh forum elit untuk mewakili kepentingan organisasi NU.Sementara itu, Kastoyo menggunakan model representasi politik yang unik.Dipilih untuk mewujudkan ambisi teritorial dan mewakili kelas sosial tertentu, dia memposisikan dirinya sebagai seorang nasionalis yang memperlakukan semua warga dengan sama rata, termasuk minoritas.Hal ini membedakannya dari Agus Purnomo, yang dianggap memprioritaskan kepentingan organisasi NU.Membandingkan hasil studi ini dengan penelitian sebelumnya, dapat dilihat bahwa representasi politik ada secara berbeda dalam cabang eksekutif.Penelitian sebelumnya tentang representasi politik di cabang eksekutif telah berfokus pada gender (Koyuncu & Sumbas, 2016) atau identitas (Nasrudin & Nurdin, 2018).Studi ini menemukan bahwa wilayah, kelas sosial, dan ideologi - yang telah diidentifikasi dalam studi arus utama sebagai bagian dari representasi politik di legislatif - juga berkontribusi terhadap representasi politik di cabang eksekutif.Secara lebih luas, studi ini menawarkan cara memahami representasi politik dari perspektif yang berbeda.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyelidiki model representasi politik di berbagai desa dengan tipologi yang berbeda. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi model representasi politik yang serupa atau bahkan baru, dan juga dapat menemukan kasus di mana model representasi politik tidak digunakan. Selain itu, penting untuk memahami bagaimana model representasi politik mempengaruhi hasil pemilihan. Apakah model yang berbeda memiliki efek yang berbeda pada jumlah suara yang diterima? Pertanyaan ini, meskipun kecil, membutuhkan jawaban. Oleh karena itu, diharapkan bahwa studi saat ini dapat membantu memandu penelitian di masa depan.

Read online
File size163.68 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test