IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Kehidupan modern sering kali mengharuskan anggota keluarga untuk hidup terpisah karena pekerjaan atau kewajiban pendidikan, sehingga menimbulkan tantangan dalam pengasuhan yang efektif. Studi ini mengkaji strategi untuk mengoptimalkan pengasuhan anak dalam konteks pemisahan fisik dengan memadukan hierarki kebutuhan Maslow dengan prinsip-prinsip Maqāṣid Syarīʿah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif-analitis, studi ini memanfaatkan berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal dan buku. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan esensial anak-anak—fisiologis, keamanan, cinta, penghargaan, dan aktualisasi diri—masih dapat dipenuhi melalui komunikasi yang konsisten dan dimediasi teknologi, seperti panggilan video dan pesan. Keterlibatan keluarga besar atau pengasuh juga memainkan peran penting dalam mendukung kebutuhan sehari-hari anak. Kerangka kerja Maslow menekankan dukungan emosional yang terstruktur, sementara Maqāṣid Syarīʿah menyoroti pelestarian agama, kehidupan, kecerdasan, garis keturunan, dan harta benda. Bersama-sama, kerangka kerja ini menawarkan model yang komprehensif untuk pengasuhan jarak jauh. Studi ini menyimpulkan bahwa pengasuhan anak yang efektif meski berjauhan dapat dicapai melalui kolaborasi yang disengaja, penggunaan alat digital yang tepat, dan keselarasan dengan tujuan perkembangan psikologis dan spiritual.

Studi ini menegaskan bahwa pengasuhan anak modern, khususnya dalam konteks pemisahan fisik antara orang tua dan anak, dapat dioptimalkan melalui integrasi antara teori hierarki kebutuhan Maslow dan prinsip-prinsip Maqāṣid al-Sharīʿah.Dalam era mobilitas global yang tinggi, migrasi ekonomi, dan institusionalisasi pendidikan, seperti yang diamati di Indonesia dan konteks serupa, jarak fisik tidak menghalangi keterlibatan orang tua yang bermakna.Melalui pendekatan yang disengaja, terstruktur, dan berlandaskan nilai, pengasuhan jarak jauh tetap dapat dicapai dan berdampak positif.Kerangka kerja Maslow memberikan pemahaman komprehensif tentang kebutuhan perkembangan manusia, mulai dari kebutuhan fisiologis dan keamanan hingga kebutuhan akan cinta, penghargaan, dan aktualisasi diri.Kebutuhan-kebutuhan ini dapat terus dipenuhi melalui komunikasi yang konsisten, dukungan emosional, dan keterlibatan orang tua—meskipun dalam jarak fisik yang terpisah.Secara paralel, penerapan Maqāṣid al-Sharīʿah memastikan bahwa praktik pengasuhan berakar pada imperatif etis Islam, dengan menekankan pelestarian agama (ḥifẓ al-dīn), kehidupan (ḥifẓ al-nafs), kecerdasan (ḥifẓ al-ʿaql), garis keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta benda (ḥifẓ al-māl).Dengan memanfaatkan teknologi digital, menciptakan pengaturan pengasuhan kolaboratif, dan menjaga kehadiran orang tua yang konsisten, pengasuhan jarak jauh dapat mendukung keamanan emosional anak, perkembangan kognitif, dan pembentukan moral.Model integratif ini mengatasi tantangan struktural dan emosional akibat pemisahan fisik, sekaligus mempromosikan pendekatan pengasuhan yang holistik, berlandaskan iman, dan sehat secara psikologis.Secara keseluruhan, pendekatan ini berkontribusi pada kesejahteraan berkelanjutan anak dan ketahanan sistem keluarga dalam konteks transnasional dan mobilitas.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas strategi pengasuhan jarak jauh dalam berbagai konteks budaya dan sosial. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai dan praktik pengasuhan tradisional dalam masyarakat tertentu dapat diintegrasikan dengan teknologi modern untuk mendukung pengasuhan jarak jauh yang efektif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pengasuhan jarak jauh terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak, serta bagaimana strategi pengasuhan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik setiap anak. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab orang tua dalam pengasuhan jarak jauh, serta bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan pihak lain, seperti keluarga besar atau pengasuh, untuk memastikan kebutuhan anak terpenuhi secara holistik.

  1. MEMBANGUN KETAHANAN MENTAL ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME: Integrasi Maqashid Syariah dan Teori Ekologi... doi.org/10.59259/ab.v3i1.94MEMBANGUN KETAHANAN MENTAL ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME Integrasi Maqashid Syariah dan Teori Ekologi doi 10 59259 ab v3i1 94
  2. Analisis Ekologi Sistem Bronfenbrenner Terhadap Upaya Perlindungan Anak Dari Bahaya Pornografi Di Era... doi.org/10.30984/spectrum.v3i2.778Analisis Ekologi Sistem Bronfenbrenner Terhadap Upaya Perlindungan Anak Dari Bahaya Pornografi Di Era doi 10 30984 spectrum v3i2 778
  3. PROFIL KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA TK | JIV-Jurnal Ilmiah Visi. profil keterlibatan... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jiv/article/view/3738PROFIL KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA TK JIV Jurnal Ilmiah Visi profil keterlibatan journal unj ac unj index php jiv article view 3738
  4. Peran dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkah Laku Anak | Indo-MathEdu Intellectuals Journal. peran... doi.org/10.54373/imeij.v5i3.1353Peran dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkah Laku Anak Indo MathEdu Intellectuals Journal peran doi 10 54373 imeij v5i3 1353
Read online
File size659.23 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test