UGMUGM

PCD JournalPCD Journal

Penelitian ini meneliti bagaimana politik risiko modernisasi dipahami dan ditempatkan dalam proses demokratisasi Indonesia, khususnya dalam penyediaan air bersih. Dengan studi kasus pengadaan air dan ekspansi industri kelapa sawit di Distrik Pandeglang, penelitian ini berusaha mengidentifikasi politik pengetahuan antara masyarakat lokal dan pemerintah dalam menentukan dan meminimalisir risiko modernisasi di bawah rezim demokratis. Berdasarkan konsep masyarakat risiko Ulrich Beck (1992), dispositif Michel Foucault (Foucault & Gordon, 1977), serta demokrasi transformatif Harris, Stokke & Törnquist (2004) dan Törnquist & Warouw (2009), artikel ini berargumen bahwa pengetahuan tentang risiko tertentu membentuk dan mempengaruhi institusi demokrasi serta kapasitas akan-aktor dalam memperluas akses air. Ini berarti bahwa perhitungan risiko sangat dipengaruhi oleh politik pengetahuan, termasuk dalam mengidentifikasi apa yang dianggap risiko, serta siapa yang dianggap agen dan institusi yang relevan untuk meminimalisir dampak risiko. Politik pengetahuan menjadi ajang pertentangan antara disiplin risiko tertentu dan alternatifnya, yang mencerminkan praktik kekuasaan dan disertai dengan teknologi pemerintahan sebagai wujud materialitas rasionalitas tersebut.

Ruang demokratisasi Indonesia selama dua dekade terakhir merupakan perjuangan tanpa henti atas klaim rasionalitas dan teknologi dalam distribusi kesejahteraan bagi semua warga.Persaingan antara ekspansi industri kelapa sawit dan akses air bersih penegak antagonisme antara dua disposisi risiko.satu fokus pada pembangunan ekonomi nasional sebagai solusi kemiskinan, satu lagi mengutamakan kebutuhan air lokal.Meskipun komunitas lokal terpengaruh oleh disposisi tersebut, agency politik mereka memungkinkan mereka memanfaatkan teknologi yang ada untuk memenuhi kebutuhan air.Penelitian menunjukkan bahwa institusi demokrasi dan aktor-aktor menjadi arena konflik atas klaim rasionalitas risiko, sehingga konfigurasi pihak yang relevan berbeda tergantung pada disposisi risiko yang berlaku.

Sebuah penelitian lanjutan dapat mengkaji pertanyaan, bagaimana peran model kebijakan lingkungan yang bersifat partisipatif dapat memuat perspektif kesejahteraan lokal dalam kerangka penyediaan air bersih di daerah ekspansi kelapa sawit, menjaga agar kebijakan tersebut tidak hanya menekankan pada pertumbuhan ekonomi makro tetapi juga mengintegrasikan kebutuhan dasar masyarakat; di samping itu, studi dapat memeriksa bagaimana mekanisme penghargaan berbasis bukti dapat memotivasi aktor institusi pemerintah untuk memprioritaskan alokasi sumber daya air secara adil, sehingga memperkuat kontrol publik atas risiko; pada akhirnya, penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan saran, bagaimana pembuatan perjanjian multi‑stakeholder transparan dapat memperkuat peran informasi manapun dengan memanfaatkan teknologi digital untuk realisasi pengetahuan tentang risiko, sehingga menyeimbangkan kepentingan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

  1. Governing Terrorism Through Risk: Taking Precautions, (un)Knowing the Future - Claudia Aradau, Rens Van... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1354066107074290Governing Terrorism Through Risk Taking Precautions un Knowing the Future Claudia Aradau Rens Van journals sagepub doi 10 1177 1354066107074290
  2. Sage Academic Books - The Risk Society and Beyond: Critical Issues for Social Theory. sage academic books... doi.org/10.4135/9781446219539Sage Academic Books The Risk Society and Beyond Critical Issues for Social Theory sage academic books doi 10 4135 9781446219539
  3. ‘(World) risk society’ or ‘new rationalities of risk’? A critical discussion... doi.org/10.1177/0725513611421479Ao World risk societyAo or Aonew rationalities of riskAo A critical discussion doi 10 1177 0725513611421479
Read online
File size214.23 KB
Pages34
DMCAReport

Related /

ads-block-test