AMIKOMAMIKOM

SWAGATI : Journal of Community ServiceSWAGATI : Journal of Community Service

Pemerintah Indonesia mencanangkan program implementasi penanganan untuk mendukung pencapaian generasi Indonesia emas. Terdapat penurunan tingkat prevalensi stunting selama tahun 2018-2022, namun masih lebih tinggi dari target yaitu kurang dari 14%. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, telah dikembangkan aplikasi terpadu INSIST (Integrated Solution for Stunting) untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang balita yang mengintegrasikan berbagai stakeholder, mulai dari Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit rujukan hingga Dinas Kesehatan. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan pendekatan sosialisasi, workshop dan simulasi penggunaan aplikasi INSIST yang dikembangkan. Pendampingan ini dilaksanakan lima kecamatan di Kabupaten Bekasi dan melibatkan pihak mitra industri terkait. Hasil dari kegiatan menunjukan respon yang positif dari masyarakat tenaga Kesehatan, serta hasil uji coba menunjukkan bahwa aplikasi INSIST yang dikembangkan dapat dipergunakan dengan baik dan mudah. Kegiatan pendampingan lanjutan diharapkan dapat dilakukan pada berbagai lokasi lain agar sejalan dengan pengembangan pusat data terpadu.

Program penanganan stunting yang menjadi target pioritas skala nasional yang perlu dilaksanakan oleh seluruh stakeholder termasuk pihak perguruan tinggi.Sebagai bentuk kontribusi di lingkungan perguruan tinggi, telah dikembangkan aplikasi pemantauan terpadu untuk tumbuh kembang balita, yaitu aplikasi INSIST (Integrated Solution for Stunting).Kegiatan pendampingan yang dilakukan bermaksud untuk mengenalkan dan uji coba aplikasi yang telah dikembangkan.Lokasi kegiatan pendampingan dilaksanakan pada lima kecamatan di Kabupaten Bekasi, yaitu Kecamatan Sukadami, Kecamatan Telaga Murni, Kecamatan Cibarusah, Kecamatan Triamur, serta Kecamatan Sukatani.Hasil uji coba menunjukkan bahwa aplikasi INSIST yang dikembangkan dinilai mudah untuk digunakan, memiliki fitur yang lengkap dan tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut.Kegiatan pendampingan lanjutan diharapkan dapat dilakukan pada berbagai lokasi lain agar sejalan dengan pengembangan pusat data terpadu.

Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi terhadap implementasi aplikasi INSIST dalam penanganan stunting di Kabupaten Bekasi, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengukur efektivitas aplikasi INSIST dibandingkan dengan metode pencatatan dan pemantauan status gizi yang konvensional, dengan fokus pada akurasi data dan kecepatan respon terhadap kasus stunting. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan fitur-fitur tambahan dalam aplikasi INSIST yang dapat memberikan rekomendasi intervensi gizi yang lebih personal dan adaptif berdasarkan data riwayat kesehatan dan kondisi sosial-ekonomi keluarga. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi aplikasi INSIST dengan sistem informasi kesehatan lainnya, seperti data demografi dan cakupan layanan kesehatan, untuk menciptakan gambaran komprehensif tentang risiko stunting di tingkat masyarakat dan memfasilitasi perencanaan program yang lebih tepat sasaran.

  1. Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi INSIST untuk Penanganan Stunting Di Kabupaten Bekasi | SWAGATI : Journal... jurnal.amikom.ac.id/index.php/swagati/article/view/1751Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi INSIST untuk Penanganan Stunting Di Kabupaten Bekasi SWAGATI Journal jurnal amikom ac index php swagati article view 1751
Read online
File size264.85 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test