UGMUGM

Jurnal KawistaraJurnal Kawistara

Penelitian ini mengkaji interaksi kompleks antara tata kelola, keamanan manusia, dan transformasi geopolitik dalam konteks migrasi paksa, dengan fokus pada pengalaman pengungsi Afghanistan di Indonesia setelah 2021. Penelitian ini berpendapat bahwa pendekatan tata kelola informal Indonesia, tanpa kerangka hukum domestik, telah menempatkan pengungsi dalam kondisi limbo yang berkepanjangan. Situasi ini secara langsung berdampak pada berbagai dimensi keamanan manusia mereka, termasuk keamanan ekonomi, sosial, dan psikologis. Artikel ini menunjukkan bahwa pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban pada tahun 2021, sebagai pemicu geopolitik, telah memperburuk tantangan yang ada dan memicu berbagai ketidakamanan bagi pengungsi. Temuan-temuan ini menekankan bahwa hanya mengandalkan kerja sama internasional saja tidaklah cukup dan bahwa negara-negara perlu menetapkan kerangka hukum domestik untuk memberikan tata kelola yang efektif berdasarkan martabat manusia. Akhirnya, artikel ini menekankan pentingnya mengadopsi pendekatan keamanan manusia yang komprehensif untuk mengelola krisis pengungsi dan menawarkan saran kepada para pembuat kebijakan di Indonesia dan negara-negara tuan rumah lainnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesias handling of Afghan refugees remains entangled between humanitarian obligations and the absence of a clear legal structure.The outcome is a prolonged period of “limbo in which refugees experience everyday insecurity, unemployment, limited mobility, inadequate access to education, and emotional misery.From a human security standpoint, these factors constitute systemic vulnerabilities that jeopardize both refugees well-being and host community stability.Addressing the Afghan refugee crisis is thus more than just a humanitarian requirement.it is also a strategic step towards long-term peace, stability, and human dignity for all.

Berdasarkan analisis, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak psikologis jangka panjang dari kondisi limbo terhadap pengungsi Afghanistan, khususnya pada generasi muda, dengan fokus pada strategi adaptasi dan ketahanan. Kedua, penelitian dapat menyelidiki efektivitas program reintegrasi sosial dan ekonomi yang diselenggarakan oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan program tersebut. Ketiga, penelitian dapat menganalisis peran dan dampak diaspora Afghanistan dalam mendukung pengungsi di Indonesia, serta potensi kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan diaspora untuk meningkatkan kesejahteraan pengungsi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang dalam mengelola krisis pengungsi Afghanistan di Indonesia, serta berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. The Interplays between Government, Human Security and Geopolitics in Indonesia's Governance of Afghan... journal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/111181The Interplays between Government Human Security and Geopolitics in Indonesias Governance of Afghan journal ugm ac kawistara article view 111181
Read online
File size212.31 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test