UGMUGM
Journal of Mechanical Design and TestingJournal of Mechanical Design and TestingSalah satu alat yang digunakan untuk mengolah batu bara sebelum dimasukkan dan dibakar di dalam ruang bakar boiler pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara dengan circulating fluidized bed (CFB) boiler adalah coal crusher. Salah satu masalah yang timbul pada alat tersebut adalah keausan pada gigi-gigi pelat yang bisa berdampak pada penurunan efisiensi pembakaran di boiler. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan repair weld untuk meningkatkan kekerasan permukaan (hardfacing) dengan menggunakan shielded metal arc welding (SMAW). Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik material Hadfield steel yang digunakan sebagai pelat roller coal crusher di suatu PLTU batu bara CFB boiler pada kondisi sebelum perlakuan (as received) dan sesudah mengalami hardfacing (repair weld) menggunakan proses SMAW. Pada penelitian ini, perlakuan hardfacing dilakukan dengan menggunakan 3 jenis elektroda las SMAW, yaitu: AWS A5.4 E309-16, AWS A5.13 EFeMn-A, dan CHR 212, masing-masing untuk lapisan dasar, lapisan tengah dan permukaan atas dari gigi pelat. Selanjutnya dilakukan pengujian yang meliputi: uji komposisi kimia material, pengamatan struktur mikro, uji kekerasan mikro Vickers, uji tarik, uji impak, uji keausan, dan fraktografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelat as received dengan struktur mikro berupa austenite cenderung rentan terhadap keausan (impact wear) pada gigi pelat saat dioperasikan karena kekerasan relatif rendah, yaitu sekitar 216 HV. Untuk pelat repair weld, struktur mikro berupa austenite pada lapisan AWS A5.4 E309-16 dan AWS A5.13 EFeMn-A dengan bentuk columnar dendritic sedangkan pada bagian permukaan gigi pelat yang dibuat dari elektroda CHR 212 berupa martensite dan austenite. Adanya struktur mikro berupa martensite pada permukaan gigi hasil dari repair welding ini menyebabkan peningkatan nilai kekerasan (700 HV) dan nilai ketahanan aus namun diikuti dengan penurunan ketangguhan impak dan kekuatan tarik akibat terjadinya retak las yang berupa retak pembekuan (weld solidification cracking) dan hydrogen-induced crack.
1) Gigi-gigi pada pelat as received yang terbuat dari ASTM A128 Grade A mempunyai struktur mikro austenite yang relatif lunak sehingga mudah mengalami impact wear saat proses menghancurkan batu bara.2) Gigi pelat as received ini memiliki nilai kekerasan antara 200–400 HV, nilai kekuatan luluh dan tarik sebesar 464,56 dan 561,30 N/mm², nilai energi impak dan ketangguhan impak sebesar 92,83 J dan 1,05 J/mm², nilai kedalaman laju keausan antara 1,08–2,25 ×10⁻¹ mm/jam dengan perkiraan umur pakai sekitar 44 jam, dan permukaan patah bertekstur kasar (patah getas).3) Material logam induk pelat repair weld berjenis ASTM A128 Grade A atau B‑2 dengan struktur mikro austenite.Sedangkan pada bagian giginya terdiri dari tiga jenis daerah logam las, yaitu.13 EFeMn‑A, dan CHR 212 dengan struktur mikro berupa martensite dan austenite yang berbentuk columnar dendritic.Gigi pelat repair weld pada bagian atas memiliki nilai kekerasan antara 600–750 HV, nilai kekuatan luluh dan tarik sebesar 0 dan 266,18 N/mm², nilai energi impak dan ketangguhan impak sebesar 4 J dan 0,069 J/mm², nilai kedalaman laju keausan antara 7,78 ×10⁻²–2,29 ×10⁻¹ mm/jam dengan perkiraan umur pakai sekitar 70 jam, dan permukaan patah yang terdiri dari dua daerah, yaitu.daerah bertekstur kasar, dan daerah bertekstur halus.4) Pada gigi pelat repair weld ditemukan dua jenis retakan, yaitu.Selain itu, gigi pelat repair weld mengalami perubahan sifat dari ulet menjadi getas, yang disertai dengan penurunan kekuatan mekanik material, yang berpotensi menyebabkan patah pada material di masa mendatang.5) Penggetasan dan penurunan kekuatan mekanik pada gigi material repair weld kemungkinan disebabkan oleh panas berlebih saat proses pengelasan.Hal tersebut menyebabkan terjadinya difusi hidrogen ke dalam logam las yang kemudian berdampak pada terbentuknya retak pembekuan dan hydrogen‑induced crack di dalam logam las tersebut.
Pertama, lakukan studi sensitivitas parameter pengelasan SMAW (kalibrasi arus, tegangan, dan jumlah layer) guna menentukan kombinasi yang meminimalkan retak pembekuan dan hydrogen‑induced cracking sambil mempertahankan peningkatan kekerasan pada alat pelat; kedua, terapkan teknik pembersihan elektroda dan perlindungan lingkungan (misalnya penggunaan elektroda dry‑type) untuk mengurangi kontaminasi hidrogen selama proses pengelasan, sehingga meningkatkan ketangguhan impak; ketiga, evaluasi penggunaan lapisan surface coating pasca hardfacing (misalnya PVD atau coating keramik) yang dapat menambah ketahanan aus sekaligus menurunkan risiko pengembangan retak pada logam las, guna memperpanjang umur pakai pelat roller coal crusher.
| File size | 992.41 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UBHUBH Semakin tinggi temperatur dalam proses pack carburizing, semakin besar pula peningkatan kekerasan pada spesimen. Hasil uji struktur mikro menunjukkan peningkatanSemakin tinggi temperatur dalam proses pack carburizing, semakin besar pula peningkatan kekerasan pada spesimen. Hasil uji struktur mikro menunjukkan peningkatan
ITNITN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Reliabilty Centered Machine (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Melalui metode tersebutMetode yang digunakan pada penelitian ini adalah Reliabilty Centered Machine (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Melalui metode tersebut
UNTAGUNTAG Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 870°C didapatkan struktur fasa 6. Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 910°C didapatkan struktur fasa.Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 870°C didapatkan struktur fasa 6. Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 910°C didapatkan struktur fasa.
UNIMALUNIMAL Kadar abu terbaik sebesar 4,28% diperoleh pada berat bahan baku 1800 gr dan waktu pirolisis 60 menit, sementara karbon tetap tertinggi mencapai 77,42%Kadar abu terbaik sebesar 4,28% diperoleh pada berat bahan baku 1800 gr dan waktu pirolisis 60 menit, sementara karbon tetap tertinggi mencapai 77,42%
ITNITN Tipe Crystalline merupakan generasi pertama dari sel surya dan merupakan tipe yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. kedua panel ini memiliki karakteriistikTipe Crystalline merupakan generasi pertama dari sel surya dan merupakan tipe yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. kedua panel ini memiliki karakteriistik
ITNITN Maka dari itu Penggunaan Pembangkit Listrik Berbasis Thermoelektrik Generator (TEG), dengan Variasi Peltier pada Kulkas diharapkan dapat membantu masyarakatMaka dari itu Penggunaan Pembangkit Listrik Berbasis Thermoelektrik Generator (TEG), dengan Variasi Peltier pada Kulkas diharapkan dapat membantu masyarakat
UNSIKAUNSIKA Dari hasil simulasi daya dan torsi terhadap rpm pada kecepatan angin 12 m/s daya tertinggi dihasilkan di antara 1130,91-1141,22 watt pada kecepatan putarDari hasil simulasi daya dan torsi terhadap rpm pada kecepatan angin 12 m/s daya tertinggi dihasilkan di antara 1130,91-1141,22 watt pada kecepatan putar
UNSIKAUNSIKA Alat yang dirancang menggunakan solar cell sebagai alat untuk menghasilkan daya listrik yang disimpan kedalam baterai. Kapasitas baterai yang digunakanAlat yang dirancang menggunakan solar cell sebagai alat untuk menghasilkan daya listrik yang disimpan kedalam baterai. Kapasitas baterai yang digunakan
Useful /
IBNTEGALIBNTEGAL Dengan tingkat interaktivitas yang lebih tinggi, siswa dapat ikut serta dalam kuis interaktif, diskusi daring, dan simulasi berbasis komputer, yang memperkayaDengan tingkat interaktivitas yang lebih tinggi, siswa dapat ikut serta dalam kuis interaktif, diskusi daring, dan simulasi berbasis komputer, yang memperkaya
IBNTEGALIBNTEGAL Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis data adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh diklasifikasi dan diverifikasi,Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis data adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh diklasifikasi dan diverifikasi,
UBHUBH Kenaikan nilai exergi seiring bertambahnya temperatur air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja kompresor hermetic meningkat seiring dengan peningkatanKenaikan nilai exergi seiring bertambahnya temperatur air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja kompresor hermetic meningkat seiring dengan peningkatan
UGMUGM Oleh karena itu diperlukan satu upaya perancangan dan pembuatan mesin bubut untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut. Pada penelitian ini dilakukan evaluasiOleh karena itu diperlukan satu upaya perancangan dan pembuatan mesin bubut untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi