UNIBUNIB

Jurnal Kumparan FisikaJurnal Kumparan Fisika

Metode geomagnetik digunakan dalam penelitian ini untuk membuat model 2D struktur bawah permukaan di kawasan Dempo Magnet kota Pagar Alam berdasarkan sebaran anomali. Terdapat 48 titik pengukuran pada lokasi penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan membuat peta anomali magnetik total. Koreksi diurnal dan koreksi International Geomagnetic Reference Field (IGRF) dilakukan untuk mendapatkan nilai anomali magnetik total. Data magnetik tersebut kemudian diolah untuk memisahkan anomali regional dan anomali residual menggunakan bandpass filter, kemudian dilakukan transformasi reduksi ke kutub, dan pemodelan 2D menggunakan metode forward modeling. Hasil analisis kisaran nilai anomali magnet di kawasan Dempo Magnet kota Pagar Alam diperoleh nilai anomali magnet tertinggi sebesar 781,8 nT, sedangkan anomali magnet terendah sebesar -796,6 nT. Hasil pemodelan 2D pada data magnetik diperoleh 4 lapisan batuan bawah permukaan dengan kedalaman sekitar 165 meter, dimana lapisan batuan pertama berupa breksi gunung api, lapisan batuan kedua berupa endapan piroklastik, lapisan batuan ketiga berupa basal, dan lapisan batuan terakhir adalah gabro.

Distribusi nilai anomali magnetik di lokasi penelitian berkisar dari 781,8 nT hingga -796,6 nT.Struktur bawah permukaan diperoleh melalui pemodelan 2D yang menunjukkan empat lapisan batuan dengan kedalaman sekitar 165 meter.Lapisan-lapisan tersebut secara berurutan adalah batuan breksi gunung api, endapan piroklastik, batuan basal, dan batuan gabro.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode geofisika lain seperti metode gravitasi atau seismik untuk memvalidasi hasil pemodelan 2D struktur bawah permukaan di kawasan Dempo Magnet, sehingga interpretasi mengenai jenis dan sebaran batuan dapat lebih akurat. Kedua, diperlukan studi tentang sifat magnetik batuan secara laboratorium dari sampel batuan di lokasi yang sama untuk memverifikasi nilai susceptibilitas yang diperoleh dari pemodelan, sehingga hubungan antara anomali magnetik dan jenis batuan dapat dipahami lebih dalam. Ketiga, disarankan untuk melakukan survei pemodelan 3D sebagai pengembangan dari penelitian ini, karena model 3D dapat memberikan gambaran struktur bawah permukaan yang lebih komprehensif dan realistis dibandingkan model 2D, terutama untuk memahami kontinuitas lateral dan kompleksitas struktur geologi di sekitar gunung api aktif seperti Gunung Dempo.

  1. Model 2D of Subsurface Structures in the Dempo Magnetic Area of Pagar Alam City Using Geomagnetic Method... doi.org/10.33369/jkf.6.3.167-176Model 2D of Subsurface Structures in the Dempo Magnetic Area of Pagar Alam City Using Geomagnetic Method doi 10 33369 jkf 6 3 167 176
Read online
File size1.05 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test