UNIMALUNIMAL

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pupuk merupakan bahan-bahan yang mengandung satu atau lebih zat senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Selain dibutuhkan oleh tanaman pupuk juga bertujuan untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air kelapa tua yang banyak terdapat di pasar tradisional dan buah nanas busuk yang banyak terdapat pada pedagang buah - buahan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan bioaktifator trico g dan EM 4 dengan variasi volume bioaktifator. Pada penelitian ini yang ingin diketahui adalah unsur hara makro yaitu nitrogen, phosfor, kalium serta kandungan pH dari air kelapa dan buah nanas busuk yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman dengan cara memfermentasikan dengan bantuan bioaktivator effective mikroorganisme (EM-4) dan Tricoderma sp dan Gliocladium sp (TRICO G). Pada penelitian ini yang divariasiakan adalah volume bioaktivator effective mikroorganisme (EM-4) dan Tricoderma sp dan Gliocladium sp (TRICO G) yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 ml yang dicampur secara silang menggunakan waktu 15 hari. Hasil pengukuran pH volume effective mikroorganisme (Em-4) dan Trico G 30 ml pada hari ke 15 yaitu berkisar antara 6,1. Dari kandungan tersebut menunjukkan pH pupuk organik cair sudah memenuhi SNI 19-7030-2019.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kandungan N, P, K pada pupuk organik cair terbaik diperoleh pada waktu fermentasi 15 hari dan volume bioaktifator EM4 dan Trico G 30 ml, dengan nitrogen (N) 0,39%, fosfor (P2O5) 4,95%, dan kalium (K2O) 2,85%.Kandungan N, P, K pada pupuk organik cair ini telah memenuhi standar SNI 19-7030-2019.Selain itu, pH pupuk organik cair yang dihasilkan juga telah memenuhi standar SNI 19-7030-2019.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kandungan nitrogen, kalium, dan fosfor guna meningkatkan kualitas pupuk organik cair. Studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi pengaruh variasi waktu fermentasi yang lebih panjang dan volume bioaktivator yang lebih tinggi untuk mengidentifikasi formulasi terbaik yang memenuhi standar SNI. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengujian efektivitas pupuk organik cair yang dihasilkan pada berbagai jenis tanaman dan kondisi tanah, serta menganalisis dampak jangka panjangnya terhadap kesuburan tanah dan hasil panen. Dengan demikian, pengembangan pupuk organik cair berbasis limbah air kelapa dan nanas dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik.

  1. UJI BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica... doi.org/10.35334/jpen.v3i1.1569UJI BERBAGAI JENIS MIKROORGANISME LOKAL MOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY Brassica doi 10 35334 jpen v3i1 1569
  2. OSF. osf osf.io/4chb7_v1OSF osf osf io 4chb7 v1
  3. Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator... journal.uii.ac.id/IJCA/article/view/17165Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah buahan dengan Penambahan Bioaktivator journal uii ac IJCA article view 17165
Read online
File size484.28 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test