YALAMQAYALAMQA

PESOLAH: Jurnal Pendidikan, Sosial dan HumanioraPESOLAH: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora

Agama Buddha mengajarkan konsep dan praktek mengembangkan batin untuk menuju kebahagiaan sejati. Penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan ini mengkaji konsep dan praktek mengembangkan batin dalam agama Buddha. Teknik analisa datanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah hal-hal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa konsep mengembangkan keseimbangan batin merupakan hal urgen dalam menghadapi segala problema kehidupan. Untuk melakukan praktek mengembangkan keseimbangan batin (upekha), seseorang bisa melatih dirinya dengan mengatasi tiga sifat yang bertentangan dengan keseimbangan batin, yaitu: kemelekatan, ketidakpedulian, kemarahan dan maksud jahat. Praktek keseimbangan batin bisa diarahkan pada tiga hal, yaitu: (1) untuk mengatasi kemelekatan terhadap orang yang dicintai dengan melakukan meditasi ketidakkekalan; (2) untuk mengatasi ketidakpedulian terhadap orang asing yang bukan teman maupun musuh dapat dilakukan dengan meditasi membangkitkan cinta kasih (metta); dan (3) untuk mengatasi kemarahan dan maksud jahat seseorang yang menyakiti dengan cara merenungi segala penyebab dan kondisi perbuatan mereka yang menyakiti.

Konsep mengembangkan keseimbangan batin (upekha) sangat urgen dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan, karena seseorang yang memiliki batin seimbang tidak akan mudah terbawa pada sisi ekstrem seperti terlalu bahagia atau terlalu sedih.Praktik keseimbangan batin dapat dilakukan dengan mengatasi tiga sifat yang mengganggu, yaitu kemelekatan, ketidakpedulian, kemarahan, dan maksud jahat, melalui pelatihan diri secara terus-menerus.Pendekatan praktisnya meliputi meditasi ketidakkekalan, meditasi cinta kasih (metta), serta perenungan atas sebab dan kondisi perbuatan orang lain untuk membangkitkan welas asih dan kesabaran.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas meditasi ketidakkekalan dalam mengurangi kemelekatan terhadap orang tercinta, khususnya dalam konteks hubungan keluarga di masyarakat modern yang menghadapi dinamika perpisahan akibat migrasi atau konflik. Selain itu, perlu dikaji bagaimana meditasi cinta kasih (metta) dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah untuk menumbuhkan empati siswa terhadap teman yang tidak dikenal atau berbeda latar belakang, guna mencegah perilaku bullying dan diskriminasi. Studi lebih dalam juga diperlukan untuk menguji bagaimana perenungan atas sebab dan kondisi perbuatan orang lain dapat membentuk respons yang penuh welas asih dan kesabaran dalam situasi konflik sosial, seperti perselisihan antar komunitas atau penyebaran ujaran kebencian di media sosial, sehingga dapat dirancang modul pelatihan keseimbangan batin yang relevan dengan tantangan kehidupan kontemporer.

Read online
File size354.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test