UMUM

Jurnal Ilmu PendidikanJurnal Ilmu Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnopedagogi STAI Denpasar Bali selama tahfidz Juz 30 Al-Quran dalam terjemahan bahasa Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur dengan informan. Informan yang terlibat adalah Kepala STAI Denpasar Bali, Kepala Sektor Akademik, koordinator tahfidz Juz 30 Al-Quran, dosen mata kuliah Al-Quran ke Bahasa Bali, mahasiswa, pemangku kepentingan terkait, serta Aswaja Dewata dan Ketua Umum MUI Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kursus ini telah diimplementasikan selama dua tahun sejak 2020 untuk berpartisipasi dalam melestarikan kearifan lokal dan simbol agama Islam di Bali; 2) etnopedagogi dalam kursus terjemahan Al-Quran Juz 30 mengajarkan dengan menginternalisasikan nilai-nilai budaya dan tingkat bahasa; dan 3) aktualisasi bahasa Bali dalam Al-Quran Juz 30 bertujuan untuk menumbuhkan kembali bahasa Bali yang sempat mengalami degradasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kursus tahfidz Juz 30 Al-Quran dalam terjemahan bahasa Bali di STAI Denpasar Bali didasarkan pada lima landasan etnopedagogi, yaitu filosofis, historis, psikologis, sosiologis, dan yuridis.Kursus ini menggabungkan standar kompetensi lulusan dan capaian pembelajaran lulusan, serta konten lokal bahasa Bali.Proses pembelajaran melibatkan internalisasi nilai-nilai budaya dan penggunaan bahasa Bali sesuai tingkatannya, dengan tujuan melestarikan bahasa Bali dan menginternalisasikan nilai-nilai Al-Quran melalui kearifan lokal.Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya etnopedagogi dalam konteks pendidikan Islam di Bali, khususnya dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi efektivitas model etnopedagogi dalam meningkatkan pemahaman dan penghafalan Al-Quran pada mahasiswa, dengan mempertimbangkan perbedaan latar belakang budaya dan bahasa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasi kurikulum yang mengintegrasikan kearifan lokal, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan konteks budaya Bali, seperti penggunaan teknologi digital atau pendekatan pembelajaran berbasis proyek, untuk meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa dan budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan pendidikan Islam di Bali dapat semakin berkontribusi dalam melestarikan kearifan lokal dan membentuk lulusan yang memiliki karakter kuat, kompeten, dan berakhlak mulia.

  1. Ethnopedagogy of STAI Denpasar Bali in Juz 30 Memorizing Course Balinese Language Translation: Actualization... doi.org/10.17977/um048v28i2p83-91Ethnopedagogy of STAI Denpasar Bali in Juz 30 Memorizing Course Balinese Language Translation Actualization doi 10 17977 um048v28i2p83 91
Read online
File size209.09 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test