UPN VeteranUPN Veteran

Jurnal MebisJurnal Mebis

Peningkatan ekonomi di Gunung Kidul dapat didorong dengan memanfaatkan potensi sumber daya di wilayah tersebut. Namun, dengan keterbatasan masyarakat dalam mengelola sumber daya tersebut, ekonomi di Gunung Kidul masih belum optimal. Hal ini membuat kabupaten tersebut memiliki tingkat kemiskinan kedua tertinggi di Provinsi DIY. Masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat Gunung Kidul dapat diatasi dengan menggunakan pendekatan sosial. Hal ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai peluang bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan (kewirausahaan sosial cerdas yang berkelanjutan) yang dapat ditanamkan di wilayah Gunung Kidul dan memiliki dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.

Kewirausahaan sosial yang berkelanjutan adalah bisnis yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam bentuk manfaat sosial dan tidak hanya melihat keuntungan pribadi.Selain itu, kewirausahaan sosial yang berkelanjutan juga harus memiliki dampak jangka panjang terhadap pengelolaan manfaat yang diperoleh sehingga siklus kewirausahaan sosial yang dilakukan dapat berkelanjutan dan memberikan konsistensi bagi pelaku bisnis sosial ini.Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel kewirausahaan sosial dari tiga komunitas, yaitu Mitra Parahita CU, Desa Wisata Nglanggeran, dan Pusat Pemberdayaan Disabilitas.Ketiga komunitas ini terletak di Gunung Kidul.Mitra Parahita CU adalah komunitas yang bergerak di bidang koperasi, komunitas di Desa Wisata Nglanggeran adalah komunitas yang mengelola desa agar menjadi desa wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan, dan akhirnya Pusat Pemberdayaan Disabilitas adalah organisasi yang menampung warga dengan disabilitas untuk memberikan platform bagi pengembangan diri menjadi warga negara yang mandiri dan lebih berguna.Dari ketiga organisasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Mitra Parahita CU adalah komunitas yang telah menerapkan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan.Sedangkan komunitas di Desa Wisata Nglanggeran, penerapan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan masih dalam proses dan pengembangan.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara komunitas-komunitas yang telah menerapkan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan dengan komunitas-komunitas yang masih dalam proses penerapan. Studi ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan tantangan dalam penerapan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada dampak jangka panjang dari kewirausahaan sosial yang berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan model-model kewirausahaan sosial yang berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah.

Read online
File size264.81 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test