UPN VeteranUPN Veteran

Jurnal MebisJurnal Mebis

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan manajemen inventaris pada perusahaan manufaktur mesin dan peralatan pertanian. Perusahaan tersebut belum menerapkan manajemen inventaris; oleh karena itu, sering mengalami kelebihan dan kekurangan persediaan. Penelitian ini menggunakan matriks Kraljic sebagai metode klasifikasi dan menggunakan metode agregasi lengkap untuk menemukan frekuensi pemesanan yang optimal untuk bahan baku leverage. Karena fluktuasi permintaan dan pasokan, jumlah stok pengaman dan titik pemesanan ulang dihitung selain frekuensi pemesanan dan kuantitas pemesanan. Model inventaris dikembangkan menggunakan analisis data inventaris sekunder tahun 2019. Data dikumpulkan sebelum pandemi karena diharapkan data tersebut akan serupa dengan situasi saat ini. Dengan menerapkan metode ini, PD KMU diharapkan dapat mengurangi biaya inventarisnya sebesar IDR6.940.310,00 daripada di masa lalu.

Pertama, PD KMU selalu mempertahankan pasokan bahan baku untuk menjalankan operasinya.Namun, perusahaan belum menerapkan metode khusus untuk mengelola inventaris bahan bakunya.Perusahaan memesan bahan baku dari pemasok dua kali dalam sebulan, dan pesanan tersebut didasarkan pada pengalamannya.Kondisi ini menyebabkan pengelolaan inventaris bahan baku yang tidak efisien dan tidak efektif di PD KMU.Kedua, metode yang tepat untuk PD KMU dalam mengelola bahan bakunya adalah metode EOQ untuk produk ganda dengan agregasi lengkap.Metode EOQ untuk produk ganda akan membantu PD KMU menentukan jumlah barang yang diperlukan untuk setiap pesanan.Perhitungan menggunakan metode EOQ untuk produk ganda telah mengungkapkan bahwa frekuensi pemesanan optimal untuk PD KMU adalah 10 kali per tahun.Interval waktu antara pesanan harus 29 hari.Meskipun perusahaan tidak benar-benar memesan setiap 29 hari, angka ini dapat digunakan sebagai alat untuk memeriksa tingkat inventaris ketika sudah hampir 29 hari sejak pesanan terakhir.Penerapan EOQ untuk produk ganda dapat membantu PD KMU mencapai penghematan biaya sebesar IDR6.Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 7, PD KMU memerlukan stok pengaman dan titik pemesanan ulang untuk mengakomodasi fluktuasi permintaan.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti kurangnya sistem manajemen inventaris terstruktur di PD KMU, serta keterbatasan data yang hanya berfokus pada tahun 2019, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak integrasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terhadap efisiensi operasional dan pengurangan biaya inventaris. Selain itu, penelitian dapat menginvestigasi penerapan metode peramalan permintaan yang lebih canggih, seperti model time series atau machine learning, untuk meningkatkan akurasi perkiraan dan mengoptimalkan tingkat stok pengaman. Terakhir, penelitian dapat memperluas analisis untuk mencakup seluruh rantai pasokan, termasuk hubungan dengan pemasok dan logistik distribusi, guna mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi dan peningkatan efisiensi secara keseluruhan. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian ini, PD KMU dapat mengembangkan strategi manajemen inventaris yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar, sehingga meningkatkan daya saing dan profitabilitas jangka panjang.

Read online
File size271.18 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test