STAIN MADINASTAIN MADINA

Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen DakwahAl-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah

Transformasi komunikasi digital membawa perubahan yang sangat signifikan dalam semua aspek, termasuk penyebaran dan pengembangan pendidikan Islam di Asia Tenggara. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana teknologi digital bertransformasi dan digunakan dalam proses pendidikan Islam, sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari pergeseran ini. Pendekatan dalam kajian ini menggunakan kajian literature kepustakaan, dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari literature, buku-buku serta sumber-sumber yang relevan dan mendukung. Hasil temuan menunjukan bahwa digitalisasi membuka peluang besar terhadap tumbuh kembangnya ilmu keislaman, mempercepat tersampaikannya pesan dakwah dan pesan pembelajaran. Namun, tantangan berupa kesenjangan digital, kualitas konten, risiko penyebaran informasi yang tidak valid juga turut mengemuka. Studi ini menekankan pentingnya strategi komunikasi digital yang adaptif dan kolaboratif, serta peran penting pemerintah, lembaga pendidikan dan semua stake holder. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan komunikasi digital dalam pendidikan Islam di era digital.

Transformasi komunikasi digital telah menjadi elemen penting dalam mengubah wajah pendidikan Islam di Asia Tenggara.Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan lembaga-lembaga pendidikan Islam untuk menjangkau peserta didik secara lebih luas, melintasi batas geografis dan waktu, serta menyampaikan materi ajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.Platform digital seperti Learning Management System (LMS), media sosial, dan aplikasi komunikasi daring telah diadopsi secara luas sebagai bagian dari strategi dakwah dan pembelajaran kontemporer.Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan kualitas pendidikan Islam, baik dari sisi metode, konten, maupun partisipasi masyarakat yang lebih luas.Di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang kompleks dan harus segera direspons secara sistematis.Kesenjangan literasi digital di kalangan pendidik dan peserta didik, keterbatasan infrastruktur teknologi terutama di daerah pedesaan, serta lemahnya pengawasan terhadap konten keislaman di ruang digital, merupakan beberapa hambatan utama.Oleh karena itu, dibutuhkan strategi integratif yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai Islam dalam setiap bentuk komunikasi digital.Pendidikan Islam harus mampu menghadirkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan substansi ajaran Islam.Penguatan kapasitas guru, pengembangan infrastruktur yang merata, serta kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan Islam yang unggul dan berakhlak di era digital.

Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi digital dalam pendidikan Islam, diperlukan strategi integratif yang mencakup pengembangan kurikulum komunikasi digital Islami, peningkatan pelatihan literasi digital berbasis nilai akhlak Islam, dan penguatan etika komunikasi yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis dalam penggunaan platform digital. Kurikulum komunikasi digital Islami harus fokus pada bagaimana menggunakan teknologi dalam menyebarkan dan membagikan nilai-nilai Islam. Pelatihan literasi digital berbasis nilai akhlak Islam dapat menggunakan metode yang variatif dan menarik, seperti pendekatan proyek atau studi kasus, untuk meningkatkan keterampilan digital dan memperkuat nilai-nilai adab dan akhlak Islami dalam interaksi virtual. Selain itu, penting untuk memperkuat etika komunikasi yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis dalam penggunaan platform digital, dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis dalam setiap interaksi daring. Platform digital juga harus dirancang untuk mendukung komunikasi yang beretika, dengan fitur-fitur yang mengedepankan komunikasi positif dan mengurangi potensi perilaku menyakiti atau menjatuhkan orang lain secara daring. Dengan strategi integratif ini, pendidikan Islam dapat lebih siap menghadapi tantangan digital dengan tetap mempertahankan esensi nilai-nilai Islam.

  1. Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Aksesibilitas Teknologi Informasi di Daerah Terpencil | Syntax Literate... jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/15410Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Aksesibilitas Teknologi Informasi di Daerah Terpencil Syntax Literate jurnal syntaxliterate index php syntax literate article view 15410
  2. PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM: MEMPERKUAT KETERPADUAN KURIKULUM DAN METODE... ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/2813PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MEMPERKUAT KETERPADUAN KURIKULUM DAN METODE ejournal nusantaraglobal ac index php sentri article view 2813
  3. Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Implementasi Literasi Digital dalam Pembelajaran... jurnaledukasia.org/index.php/edukasia/article/view/317Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital Implementasi Literasi Digital dalam Pembelajaran jurnaledukasia index php edukasia article view 317
  4. Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Problema dan Tantangan Pembangunan Nasional | Mahmud | Prediksi : Jurnal... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/PD/article/view/6457Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Problema dan Tantangan Pembangunan Nasional Mahmud Prediksi Jurnal ejurnal untag smd ac index php PD article view 6457
Read online
File size419.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test