KOPERTAIS4KOPERTAIS4

IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanIDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan

Nilai-nilai profetik memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri agar menjadi manusia paripurna (insan kamil). Hal tersebut hanya dapat terwujud apabila semua lembaga pendidikan pesantren mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas pendidikan dan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan . Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian riset kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, implementasi humanisasi di pesantren dapat dilakukan melalui: (a) menghormati hak-hak santri sebagai manusia dan pelajar, (b) mengembangkan potensi santri secara holistik, dan (c) menumbuhkan kesadaran sosial dan tanggung jawab santri; kedua, implementasi liberasi di pesantren dapat dilakukan melalui: (a) mengkritisi realitas sosial yang ada, (b) mendorong partisipasi dan advokasi santri, dan (c) membangun solidaritas dan gerakan bersama santri; ketiga, implementasi transendensi di pesantren dapat dilakukan melalui: (a) meningkatkan kualitas ibadah santri, (b) meningkatkan kualitas akhlak santri, dan (c) meningkatkan kualitas amal santri.

Implementasi profetik di pesantren merupakan penerapan nilai-nilai yang bersumber dari al-Quran dan al-Hadis serta meneladani Nabi Muhammad saw.Nilai profetik mencakup empat sifat utama yaitu shiddiq (jujur), amanah (bertanggung jawab), fathonah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan), serta memiliki tiga pilar utama dalam konteks sosial yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi.Tujuan dari penerapan nilai-nilai tersebut adalah untuk menyempurnakan akhlak dan membentuk karakter santri yang baik sehingga menjadi pribadi yang paripurna (insan kamil).

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana nilai-nilai transendensi dapat diimplementasikan secara lebih konkret melalui praktik spiritual seperti istighatsah di pesantren, agar nilai tersebut tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga menyentuh kehidupan sehari-hari santri. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pendidikan profetik yang mengintegrasikan humanisasi dengan pendekatan inklusif terhadap keragaman latar belakang santri, guna membangun lingkungan pesantren yang lebih toleran dan saling menghargai. Ketiga, diperlukan studi tentang penerapan nilai liberasi melalui partisipasi santri dalam gerakan sosial berbasis teknologi digital, sehingga pesantren dapat menjadi agen perubahan sosial yang relevan di era modern. Dengan pendekatan ini, pesantren tidak hanya mencetak generasi religius, tetapi juga kritis, peduli sosial, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penelitian lanjutan dapat mengungkap dinamika internal pesantren dalam merespons isu-isu kontemporer seperti ketidaksetaraan sosial dan krisis moral. Selain itu, eksplorasi terhadap metode pembelajaran yang menggabungkan pendekatan profetik dengan kurikulum modern sangat dibutuhkan. Fokus pada aspek praktik juga akan memperkaya khazanah keilmuan tentang pendidikan pesantren. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem pendidikan Islam yang seimbang antara spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial. Kerangka penelitian seperti ini juga memungkinkan pengukuran dampak jangka panjang dari pendidikan profetik terhadap pembentukan karakter santri. Hal ini penting untuk memastikan relevansi pesantren di tengah tantangan global yang terus berkembang.

  1. Pendidikan Karakter dalam Buku Puisi Hyang Karya Abdul Wachid B.S. (Analisis Profetisme Kuntowijoyo)... doi.org/10.29313/tjpi.v7i1.3630Pendidikan Karakter dalam Buku Puisi Hyang Karya Abdul Wachid B S Analisis Profetisme Kuntowijoyo doi 10 29313 tjpi v7i1 3630
  2. One moment, please.... moment please wait request verified ftk.uinbanten.ac.id/journals/index.php/tarbawi/article/view/2074One moment please moment please wait request verified ftk uinbanten ac journals index php tarbawi article view 2074
Read online
File size916.82 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test