STAIN MADINASTAIN MADINA

Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen DakwahAl-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang mencakup tiga bidang utama, yaitu keagamaan, sosial, dan ekonomi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bidang keagamaan, manajemen masjid berhasil menyusun program yang adaptif terhadap karakteristik jamaah yang mayoritas musafir, dengan kegiatan rutin seperti salat berjamaah, kultum, tadarus, serta peringatan hari besar Islam yang dilaksanakan secara terstruktur. Dalam bidang sosial, masjid menunjukkan kepedulian nyata terhadap umat melalui program-program seperti jumat berkah, santunan duafa, zakat fitrah, donor darah, dan khitan massal, dengan pengelolaan yang kolaboratif antara pengurus, UPZ, dan organisasi remaja masjid (IKAMABA). Sementara itu, pada bidang ekonomi, masjid mengelola aset produktif seperti food court, ballroom, walking space, dan area parkir yang disewakan kepada pelaku usaha dan institusi mitra. Pelatihan UMKM dan pelaksanaan bazar Ramadhan menunjukkan komitmen masjid terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Implementasi prinsip POAC secara komprehensif telah memperkuat profesionalisme pengelolaan masjid dan menjadikan Masjid Raya Baiturrahman Semarang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat layanan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di tengah masyarakat perkotaan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip POAC dalam pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman Semarang telah berjalan secara optimal dan profesional pada tiga bidang utama.Pertama, dalam bidang keagamaan, masjid menyusun program-program ibadah, dakwah, dan edukasi keagamaan secara terstruktur dan fleksibel, menyesuaikan kebutuhan spiritual jamaah yang mayoritas musafir dan masyarakat umum.Kegiatan seperti salat berjamaah, kultum, kajian tafsir, serta peringatan hari besar Islam dilaksanakan secara rutin dan terdokumentasi dengan baik.Kedua, pada bidang sosial, masjid telah berhasil mengimplementasikan berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan dan kemanusiaan, seperti zakat, santunan, donor darah, khitan sehat, serta bantuan bencana.Program-program tersebut dikelola dengan prinsip kolaborasi antara pengurus, UPZ, dan IKAMABA, serta dilengkapi sistem evaluasi yang berorientasi pada dampak langsung terhadap masyarakat.Ketiga, dalam bidang ekonomi, masjid menunjukkan kemandirian melalui pengelolaan aset produktif seperti penyewaan ballroom, food court, walking space, dan area parkir.Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemasukan bagi masjid, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM melalui pelatihan dan dukungan sarana usaha.Pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan dan profesional, dengan pemisahan dana profit dan non-profit serta pelaporan berkala kepada jamaah.Secara keseluruhan, prinsip POAC telah berhasil diimplementasikan secara terpadu dalam ketiga bidang tersebut.Hal ini menjadikan Masjid Raya Baiturrahman Semarang sebagai institusi yang mampu mengintegrasikan fungsi ibadah, sosial, dan ekonomi secara efektif.Masjid tidak hanya hadir sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi umat yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat modern.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman Semarang dengan masjid-masjid lainnya di Indonesia, khususnya dalam hal implementasi prinsip POAC dan dampak terhadap pemberdayaan umat. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu, seperti peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM, atau strategi komunikasi dan partisipasi jamaah dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan masjid modern, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami dan meningkatkan peran masjid sebagai pusat ibadah, sosial, dan ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan di tengah masyarakat perkotaan.

  1. Peran Manajemen Masjid dalam Optimalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Ibadah (Studi Kasus pada Manajemen... jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/3493Peran Manajemen Masjid dalam Optimalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Ibadah Studi Kasus pada Manajemen jurnal stiq amuntai ac index php al qalam article view 3493
Read online
File size360.31 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test