UINSUNAUINSUNA
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial AgamaAl Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial AgamaSuatu perkawinan akan dianggap sah apabila telah terpenuhi segala ketentuan hukum yang berlaku, baik secara hukum Syari‟ah maupun hukum negara. Salah satunya ialah tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencatatan perkawinan ini pada dasarnya merupakan ketentuan hukum negara semata, sedangkan dalam Islam tidak diwajibkan mencatatkan perkawinan. Pembahasan ini bertujuan untuk untuk mengetahui tujuan pencatatan perkawinan dan dasar hukum pensyari‟atannya dalam Islam. Dari hasil pembahasan dapat diketahui bahwa, tujuan pencatatan perkawinan adalah agar perkawinan di kalangan umat Islam tidak liar, mendapat jaminan hukum dikemudian hari, dan agar hukum Islam tetap sejalan dengan maqasid syainya yaitu kemaslahatan. Pencatatan perkawinan dalam Islam didasarkan atas qiyas dan maslahah al-mursalah, karena dianggap memiliki kemaslahatan bagi setiap orang yang sudah melaksanakan perkawinan maupun yang belum melaksanakan perkawinan. Atas dasar kemaslahatan tersebut, dalam Islam dianjurkan untuk mencatatkan perkawinan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pencatatan perkawinan merupakan peraturan yang bersifat tawsiqy, yaitu peraturan tambahan yang bermaksud agar sebuah perkawinan mendapat bukti otentik (resmi).Meskipun hukum syara‟ (Islam) tidak secara eksplisit mewajibkan pencatatan, secara hukum negara hal ini adalah syarat sahnya perkawinan.Pencatatan ini menjadi penting untuk menjaga kesakralan perkawinan, mendapatkan jaminan hukum di kemudian hari, serta memastikan hukum Islam tetap sejalan dengan prinsip kemaslahatan, menyelaraskan hukum syara‟ dan hukum negara.
Melihat urgensi pencatatan perkawinan sebagai instrumen vital dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan jaminan hukum, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi lapangan mendalam guna mengidentifikasi tantangan dan hambatan faktual yang dihadapi masyarakat, khususnya di komunitas adat atau wilayah terpencil, dalam memenuhi persyaratan pencatatan perkawinan secara legal. Riset ini perlu menganalisis faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang masih mendorong praktik perkawinan tidak tercatat, serta mengukur efektivitas program edukasi yang ada, untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan inklusif. Kedua, mengingat dampak negatif perkawinan yang tidak tercatat terhadap istri dan anak-anak, studi kualitatif lanjutan diperlukan untuk memahami secara holistik pengalaman hidup, kerentanan, dan kebutuhan perlindungan hukum dari kelompok ini. Pendekatan naratif atau studi kasus dapat mengungkap dimensi psikososial dan ekonomi yang lebih mendalam, memberikan suara kepada mereka yang sering terpinggirkan dalam diskursus hukum. Ketiga, sebagai upaya memperkuat keselarasan antara hukum syara dan hukum negara demi kemaslahatan, perlu diteliti secara kritis bagaimana peran dan kontribusi ulama, tokoh masyarakat, serta lembaga keagamaan dalam mengampanyekan pentingnya pencatatan perkawinan. Penelitian ini dapat mengevaluasi metode dakwah atau sosialisasi yang paling efektif untuk meningkatkan kesadaran hukum dan mendorong kepatuhan terhadap regulasi pencatatan, khususnya dari perspektif maslahah mursalah. Melalui kajian-kajian ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan untuk memastikan perlindungan hukum yang komprehensif bagi setiap keluarga muslim di Indonesia.
| File size | 245.14 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
ALMAATAALMAATA Sebagian besar ibu‑ibu (54%) mengalami peningkatan nilai skor sikap positif tentang gizi seimbang. Terdapat peningkatan yang signifikan jumlah ibu‑ibuSebagian besar ibu‑ibu (54%) mengalami peningkatan nilai skor sikap positif tentang gizi seimbang. Terdapat peningkatan yang signifikan jumlah ibu‑ibu
ALMAATAALMAATA Penelitian dilakukan pada 132 WUS pranikah di kabupaten Bantul yang mendaftarkan pernikahannya di Kantor Urusan Agama (KUA). Pengukuran citra tubuh menggunakanPenelitian dilakukan pada 132 WUS pranikah di kabupaten Bantul yang mendaftarkan pernikahannya di Kantor Urusan Agama (KUA). Pengukuran citra tubuh menggunakan
ALMAATAALMAATA 6. , 95% CI = 1. 75 - 12. 2) dan berasal dari keluarga dengan penghasilan rendah (OR = 1. 9 95% CI = 1. 08 - 3. 2), setelah mengendalikan variabel lain.6. , 95% CI = 1. 75 - 12. 2) dan berasal dari keluarga dengan penghasilan rendah (OR = 1. 9 95% CI = 1. 08 - 3. 2), setelah mengendalikan variabel lain.
UWKSUWKS Keterlibatan ayah dalam pola asuh dan pengambilan keputusan terbukti berperan positif terhadap status gizi anak. Kesimpulan: Peran budaya, adat, dan tradisiKeterlibatan ayah dalam pola asuh dan pengambilan keputusan terbukti berperan positif terhadap status gizi anak. Kesimpulan: Peran budaya, adat, dan tradisi
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental non-randomized control group pretest-posttest. Analisis statistikMetode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental non-randomized control group pretest-posttest. Analisis statistik
BSIBSI Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya asap rokok melalui edukasi kesehatan menggunakan alat peraga berbasis audio visual.Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya asap rokok melalui edukasi kesehatan menggunakan alat peraga berbasis audio visual.
UNTADUNTAD Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka. Analisis statistik menggunakan analisis bivariat denganPengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka. Analisis statistik menggunakan analisis bivariat dengan
UNIPMAUNIPMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan tindakan pengusaha UMKM diukur melalui tiga komponen: kognitif, afektif, dan konatif. Namun, jawaban informanHasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan tindakan pengusaha UMKM diukur melalui tiga komponen: kognitif, afektif, dan konatif. Namun, jawaban informan
Useful /
ALMAATAALMAATA Metode: Studi intervensi dengan rancangan kohort time series prospektif pada dua kelompok digunakan dalam penelitian ini. Tahapan kegiatannya adalah persiapanMetode: Studi intervensi dengan rancangan kohort time series prospektif pada dua kelompok digunakan dalam penelitian ini. Tahapan kegiatannya adalah persiapan
ALMAATAALMAATA Kandungan senyawa penting seperti plant sterol, flavonoid, dan serat pada buah kurma sangat berperan terhadap penurunan kolesterol darah. Tujuan: MenganalisisKandungan senyawa penting seperti plant sterol, flavonoid, dan serat pada buah kurma sangat berperan terhadap penurunan kolesterol darah. Tujuan: Menganalisis
ALMAATAALMAATA 00) dan 24-59 bulan (ARRR= 0. 97-0. 99), serta penurunan risiko severe stunting pada usia 6-23 bulan (ARRR= 0. 99). Rasio pajak hanya berkaitan signifikan00) dan 24-59 bulan (ARRR= 0. 97-0. 99), serta penurunan risiko severe stunting pada usia 6-23 bulan (ARRR= 0. 99). Rasio pajak hanya berkaitan signifikan
UNBITAGOUNBITAGO Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan akses media informasi dengan perilaku seksual. Diharapkan remaja memanfaatkan waktu luangnya denganTidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan akses media informasi dengan perilaku seksual. Diharapkan remaja memanfaatkan waktu luangnya dengan